Pangan Aman, Mentan Ungkap RI Berpengalaman Hadapi El Nino
Minggu, 5 April 2026 | 16:59 WIB
Makassar, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia memiliki pengalaman yang kuat dalam menghadapi fenomena El Nino. Hal ini membuat negara mampu menjaga stabilitas produksi pangan melalui berbagai strategi adaptasi dan mitigasi yang terukur.
“(El Nino) Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman (di tahun) 2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino,” ujar Mentan dalam kunjungannya di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026), dikutip dari Antara.
Mentan mengakui bahwa dampak cuaca ekstrem panas mulai terasa dan berpotensi mempengaruhi produksi pertanian. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki pengalaman dalam mengatasi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
“Langkah strategis sudah kami lakukan, mulai dari peningkatan pompanisasi hingga optimalisasi lahan rawa,” jelas Amran.
Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah mengoptimalkan pengoperasian 80.158 unit pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani pada 2025 untuk mengantisipasi kekeringan akibat El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada April 2026.
"Untuk memperkuat, kami akan menambah sekitar 40.000 unit pompa air. Jadi, kita sudah siap untuk hadapi El Nino dengan sistem pertahanan yang kuat," tambahnya.
Mentan juga menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi terukur yang dapat menjaga ketersediaan air pertanian nasional. Ia mengajak masyarakat untuk tidak khawatir karena pemerintah telah memiliki sistem pertahanan yang kuat.
“Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.
Selain itu, Amran mengungkapkan bahwa ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang sangat kuat, didukung dengan stok beras yang melimpah. Stok beras pemerintah yang disimpan di gudang Perum Bulog tercatat mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yakni 4,5 juta ton pada awal April 2026.
“Di sektor lain, seperti Horeka (hotel, restoran, kafe/katering), kami juga memiliki stok pangan yang mencapai 12,5 juta ton, ditambah standing crop yang siap panen, sekitar 11 juta ton. Jadi totalnya 23 juta ton,” kata Amran.
Dengan jumlah ketersediaan pangan tersebut, Amran memprediksi bahwa kebutuhan pangan nasional akan tercukupi dalam jangka waktu panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.
“Dengan stok pangan yang ada, dalam 11 bulan ke depan, kebutuhan pangan untuk rakyat Indonesia aman. Sementara itu, kekeringan hanya berlangsung selama 6 bulan. Jadi, aman kan?” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




