Ramalan Harga Emas Dunia apabila Gencatan Senjata AS-Iran Memburuk
Jumat, 10 April 2026 | 13:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pecah pada 28 Februari 2026, harga emas spot sudah turun sekitar 10%.
Analis pasar keuangan senior Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan ketidakjelasan terkait perkembangan gencatan senjata di Timur Tengah turut memengaruhi pergerakan emas. Arah harga emas ke depan juga sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik.
“Apabila situasi memburuk, harga emas bisa dengan cepat kembali ke kisaran pertengahan US$ 4.000 per ons troi. Namun, apabila gencatan senjata bertahan dan peluang perdamaian meningkat, harga emas berpotensi menembus US$ 5.000,” kata Kyle Rodda, dikutip dari Reuters, Jumat (10/4/2026).
Pada hari ini pukul 12.32 WIB, harga emas spot tercatat pada level US$ 4.764,54 per ons troi. Sepanjang pekan ini, emas telah menguat sekitar 1,8%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni 2026 turun 0,6% ke level US$ 4.787,80 per ons troi.
Penguatan indeks dolar AS membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan pergerakan harga hari ini.
Untuk logam lainnya, harga perak spot naik 1,3% menjadi US$ 76,03 per ons troi, platinum turun 2% ke US$ 2.061,10, dan paladium melemah 0,2% ke US$ 1.553,92.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




