ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stok Beras Tembus 5 Juta Ton Buah Kebijakan Prabowo

Kamis, 23 April 2026 | 13:55 WIB
SW
H
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: HE
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang Bulog JDP Karawang 1 Logistic Park di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 23 April 2026.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang Bulog JDP Karawang 1 Logistic Park di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 23 April 2026. (Istimewa)

Karawang, Beritasatu.com – Di tengah tantangan ketahanan pangan global yang semakin kompleks, Indonesia mencatatkan capaian penting dengan meningkatnya stok beras ke level tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan stok ini menjadi penanda kuat bahwa upaya menjaga ketersediaan pangan nasional telah menunjukkan hasil yang signifikan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, cadangan beras pemerintah (CBP) untuk pertama kalinya menembus angka 5.000.198 ton pada Kamis (23/4/2026). Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Alhamdulillah hari ini stok beras kita 5.000.198 ton. Ini adalah yang pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini hasil kerja keras kita semua," kata Mentan Amran saat meninjau gudang Bulog JDP Karawang 1 Logistic Park di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Mentan Amran menegaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya kebijakan terkait penyaluran pupuk bersubsidi yang berpihak kepada petani. 

Hasil ini juga merupakan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya kerja dari Kementerian Pertanian semata. Ia menyebut keterlibatan banyak elemen bangsa, mulai dari Bulog, TNI, Polri, hingga aparat penegak hukum, media, dan para pengamat. 

“Sekarang stok beras kita melimpah itu berkat visi bapak presiden. Luar biasa kebijakannya, regulasinya dibongkar. Kami mewakili petani Indonesia mengucapkan terima kasih pada bapak presiden," ujar mentan. 

Stok besar tersebut menjadi bekal Indonesia dalam mengantisipasi kemungkinan dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan. Indonesia disebut telah memiliki pengalaman menghadapi fenomena ini pada 2015, 2023, dan 2024.

Selain CBP mencapai 5 juta ton, standing crop mencapai sekitar 11 juta ton, sementara cadangan di sektor rumah tangga dan horeka sekitar 12,5 juta ton, sehingga bisa mencukupi untuk 11 bulan. 

"Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Artinya lebih dari cukup,” tambahnya.

Peningkatan cadangan beras ini turut didukung oleh penambahan kapasitas penyimpanan secara nasional. Di wilayah Karawang, pemerintah telah menyewa gudang dengan kapasitas mencapai 102.000 ton. Saat ini, tingkat keterisian sudah sekitar 80.000 ton dan diperkirakan akan penuh dalam dua pekan ke depan.

Secara nasional, kapasitas gudang sewa telah mencapai 2 juta ton, di luar gudang milik pemerintah yang memiliki kapasitas sekitar 3 juta ton. Penguatan infrastruktur penyimpanan ini dinilai penting untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga, sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.

“Sekarang sudah penuh, tinggal sekitar 800.000 ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya. Berarti nanti bisa mencapai sekitar 6 juta ton,” jelasnya.

Untuk menjamin transparansi, Mentan Amran memastikan bahwa data stok beras dapat diverifikasi langsung oleh publik. Ia bahkan mempersilakan media untuk mengecek kondisi gudang di berbagai daerah.

“Silakan cek langsung ke gudang-gudang. Gudang dibuka kapan saja. Tidak mungkin berani mengatakan 5 juta ton kalau isinya 4 juta ton, karena konsekuensinya hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai beras yang tersimpan saat ini diperkirakan mencapai Rp 55 triliun hingga Rp 60 triliun. Pemerintah juga telah mengalokasikan tambahan anggaran sekitar Rp 10 triliun untuk memperkuat cadangan tersebut.

Capaian ini juga berdampak pada posisi Indonesia di kancah global. Apabila sebelumnya Indonesia mengimpor hingga 7 juta ton beras pada periode 2023–2024, kini kondisi berbalik dengan cadangan yang justru mencatat rekor tertinggi.

“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujarnya optimistis.

Mentan Amran menegaskan, tingginya cadangan beras saat ini menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan domestik sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan global.

Strategi Penyimpanan

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan, untuk menjaga kualitas stok yang besar tersebut, Bulog menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dalam pengelolaan gabah dan beras. Pemeliharaan dilakukan secara rutin mulai dari harian, mingguan, bulanan, hingga triwulanan.

Perawatan gudang dilakukan oleh petugas khusus, termasuk tim pengendalian hama, untuk memastikan beras tetap higienis dan layak konsumsi.

"Kita siapkan tim khusus untuk setiap gudang, sehingga gabah dan beras betul-betul bersih, sehat, higienis, dan tidak berkutu," kata Ahmad Rizal.

Untuk menjaga kualitas beras dalam jangka panjang, Bulog bekerja sama dengan BRIN dalam pengembangan teknologi penyimpanan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah gudang dengan teknologi khusus yang mampu menyimpan beras hingga lebih dari dua tahun, termasuk metode penyinaran untuk menjaga kualitas.

"Teknologi ini akan kami kembangkan, kami kolaborasikan, kami sinergikan, sehingga dapat menjamin keberlangsungan agar beras-beras kita bisa lebih tahan lama dan sehat higienis, dan bisa dikonsumsi masyarakat dengan baik," kata Ahmad Rizal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mentan Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino

Mentan Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino

EKONOMI
Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

EKONOMI
Tertinggi dalam Sejarah, Stok Beras Bulog Tembus 5,46 Juta Ton

Tertinggi dalam Sejarah, Stok Beras Bulog Tembus 5,46 Juta Ton

EKONOMI
Cadangan Beras Pemerintah Cetak Rekor Baru 5,37 Juta Ton

Cadangan Beras Pemerintah Cetak Rekor Baru 5,37 Juta Ton

EKONOMI
Jaga Harga, Bulog Terus Gelontorkan Beras SPHP

Jaga Harga, Bulog Terus Gelontorkan Beras SPHP

EKONOMI
Wamentan Pastikan Stok Beras Melimpah, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Wamentan Pastikan Stok Beras Melimpah, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon