Kenaikan Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Dinilai Tak Bisa Dihindari
Jumat, 24 April 2026 | 05:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nonsubsidi dinilai sebagai konsekuensi mekanisme pasar yang mengikuti dinamika global.
Lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama, meski pemerintah tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat.
Pengamat energi dari Indef, Abra Talattov, menjelaskan kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi merupakan konsekuensi yang tidak terhindarkan. Menurutnya, badan usaha seperti Pertamina memiliki kewenangan menyesuaikan harga sesuai harga indeks pasar.
“Sudah dilindungi dengan peraturan Kepmen ESDM tahun 2022 bahwa ada formulasinya yang memberikan kewenangan bagi badan usaha untuk sewaktu-waktu dalam setiap bulan melakukan koreksi harga mengikuti harga indeks pasar atau HIP,” ujar Abra kepada Beritasatu.com.
Ia menjelaskan, perubahan harga dipengaruhi berbagai faktor seperti harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga pajak daerah. Karena itu, fluktuasi harga BBM nonsubsidi menjadi hal yang tidak terhindarkan dan perlu dipahami masyarakat.
Meski demikian, pemerintah tetap menekankan komitmen menjaga akses energi bagi masyarakat menengah ke bawah melalui BBM dan LPG subsidi. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi kelompok rentan dari tekanan kenaikan harga energi.
“Yang harus ditekankan adalah bagaimana memastikan agar masyarakat menengah ke bawah semuanya bisa mengakses BBM dan LPG bersubsidi,” tegasnya.
Abra menilai kebijakan tersebut menjadi upaya menjaga keseimbangan antara mekanisme pasar dan perlindungan sosial, agar stabilitas energi tetap terjaga tanpa membebani anggaran negara.
Pada sisi lain, ia mengingatkan masyarakat menengah ke atas perlu bersiap menghadapi fluktuasi harga energi akibat kondisi global. Pemerintah juga didorong segera menerapkan skema distribusi tertutup atau berbasis target agar subsidi lebih tepat sasaran.
“Maka pemerintah memang ini momentum untuk bisa mengeksekusi mekanisme pemberian BBM maupun LPG secara tertutup atau targeted,” jelasnya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pemahaman mengenai perbedaan BBM subsidi dan nonsubsidi. Masyarakat juga perlu memahami bahwa penyesuaian harga merupakan bagian dari mekanisme pasar global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




