Ikuti Emas, Harga Perak Dunia Turun 2 Persen Imbas Suku Bunga The Fed
Kamis, 30 April 2026 | 07:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga perak dunia mengalami turun tajam pada perdagangan Rabu (29/4/2026), imbas keputusan Federal Reserve (The Fed), yang kembali mempertahankan suku bunga acuan. Kebijakan tersebut memperkuat dolar AS dan mengurangi daya tarik logam mulia, termasuk perak.
Mengutip CNBC, Kamis (30/4/2026), harga perak tercatat turun signifikan sebesar 2,44% ke level US$ 71,33 per ons, menjadikannya salah satu logam mulia dengan pelemahan terdalam pada sesi tersebut.
Tekanan terhadap perak tidak berdiri sendiri. Kebijakan The Fed yang menahan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75% membuat pasar memperkirakan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Kondisi ini biasanya berdampak negatif pada aset non-yield, seperti logam mulia.
Selain faktor kebijakan moneter, kekhawatiran inflasi global juga kembali meningkat. Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian pasar dan memperburuk sentimen terhadap komoditas.
Situasi ini membuat investor cenderung beralih ke aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti dolar AS, sehingga menekan harga perak.
Tidak hanya perak, tekanan juga melanda logam mulia lainnya. Harga emas sebelumnya tercatat turun lebih dari 1%, sementara platinum dan palladium masing-masing juga mengalami pelemahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




