Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi Kurang Disambut Pasar
Senin, 6 Februari 2012 | 13:51 WIB
Implikasi pasar yang netral ini mengingat GDP merupakan data historis dan hasil yang relatif sejalan dengan estimasi pasar
Reaksi pasar terlihat terbatas walaupun hasil pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada sedikit diatas estimasi pasar.
"Implikasi pasar yang netral ini mengingat PDB merupakan data historis dan hasil yang relatif sejalan dengan estimasi pasar," Felix Shindunata Head of Research Henan Putihrai Sekuritas, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah tipis pada penutupan sesi I sejalan dengan momentum bursa yang melemah setelah mengalami reli sejak awal Desember, sedangkan rupiah siang ini berada Rp8900/Rp9000 per US$.
Seperti diketahui, ekonomi Indonesia 2011 tumbuh 6,5 persen secara year on year (yoy) diatas estimasi pasar 6,4 persen dan diatas pertumbuhan 2010 sebesar 6,1 persen.
Sedangkan untuk kuartal empat ekonomi terkontraksi -1,3 persen diatas estimasi pasar -1,52 persen quartal on quartal (qoq), akibat pengaruh musiman.
Pertumbuhan sepanjang 2011 ditopang oleh semua sektor ekonomi terutama sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar +10,7 dan terendah disektor pertambangan dan penggalian +1,4 persen, sedangkan diluar minyak dan gas GDP 2011 tumbuh 6,9 persen.
Berdasarkan penggunaan, komponen ekspor menyumbang pertumbuhan terbesar +13,6 persen diikuti pembentukan modal tetap bruto +8,8 persen, konsumsi rumah tangga 4,7 persen, belanja pemerintah 3,2 persen dan komponen impor sebagai pengurang mengalami pertumbuhan +13,3 persen, dan 57,8 persen total nilai GDP di kuartal empat 2011 dikontribusi oleh perekonomian pulau Jawa.
Reaksi pasar terlihat terbatas walaupun hasil pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada sedikit diatas estimasi pasar.
"Implikasi pasar yang netral ini mengingat PDB merupakan data historis dan hasil yang relatif sejalan dengan estimasi pasar," Felix Shindunata Head of Research Henan Putihrai Sekuritas, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah tipis pada penutupan sesi I sejalan dengan momentum bursa yang melemah setelah mengalami reli sejak awal Desember, sedangkan rupiah siang ini berada Rp8900/Rp9000 per US$.
Seperti diketahui, ekonomi Indonesia 2011 tumbuh 6,5 persen secara year on year (yoy) diatas estimasi pasar 6,4 persen dan diatas pertumbuhan 2010 sebesar 6,1 persen.
Sedangkan untuk kuartal empat ekonomi terkontraksi -1,3 persen diatas estimasi pasar -1,52 persen quartal on quartal (qoq), akibat pengaruh musiman.
Pertumbuhan sepanjang 2011 ditopang oleh semua sektor ekonomi terutama sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar +10,7 dan terendah disektor pertambangan dan penggalian +1,4 persen, sedangkan diluar minyak dan gas GDP 2011 tumbuh 6,9 persen.
Berdasarkan penggunaan, komponen ekspor menyumbang pertumbuhan terbesar +13,6 persen diikuti pembentukan modal tetap bruto +8,8 persen, konsumsi rumah tangga 4,7 persen, belanja pemerintah 3,2 persen dan komponen impor sebagai pengurang mengalami pertumbuhan +13,3 persen, dan 57,8 persen total nilai GDP di kuartal empat 2011 dikontribusi oleh perekonomian pulau Jawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




