Pabrik Pusri US$ 1,3 M, Tekan Biaya Logistisk US$ 60 Juta
Selasa, 7 Februari 2012 | 14:53 WIB
Selain membangun dua pabrik tersebut, perusahaan pelat merah ini berencana membangun tiga pabrik baru guna meningkatkan produksinya.
PT Pupuk Sriwidjaya (holding) berencana membangun dua pabrik di Jawa Timur dengan investasi US$ 1,3 miliar (Rp 13 triliun).
Pembangunan tersebut diperkirakan dapat menghemat biaya logistik sebesar US$ 60 juta per tahun.
"Ini untuk menekan biaya logistik pupuk di Jawa," kata Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Holding) Arifin Tasrif, di sela-sela Jakarta Food Security Summit Jakarta, hari ini.
Selain membangun dua pabrik tersebut, dia menuturkan, perusahaan pelat merah ini berencana membangun tiga pabrik baru guna meningkatkan produksinya. Tiga pabrik tersebut yakni Pupuk Kaltim V yang sedang berjalan, dan dua pabrik pupuk urea lainnya di Gresik dan Bojonegoro, Jawa Timur. Pabrik pupuk tersebut masing-masing berkapasitas satu juta ton per tahun.
Arifin memaparkan, pembangunan pabrik pupuk urea di Bojonegoro dan Gresik dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Jawa sehingga mampu menekan biaya logistik. Pasalnya, selama ini pupuk di Jawa didapat dari Kalimantan Timur dan Palembang dengan biaya transportasi cukup tinggi.
Menurut dia, jika pasokan gas tersedia tahun ini, maka konstruksi pembangunannya dilakukan awal 2013, sehingga diharapkan rampung pada akhir 2016. Tiga pabrik baru tersebut membutuhkan gas sebanyak 350 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun, saat ini komitmen gas yang didapatkan baru sebanyak 255 MMSCFD.
Saat ini Pusri telah menjalin Gas Sales Agreement (GSA) dengan operator Blok Cepu, ExxonMobile, untuk memasok gas ke kedua pabrik mereka. "Kami sedang cari-cari lagi, terutama untuk dua pabrik yang di Jawa Timur. Saat ini kami sedang coba dekati Pertamina. Kalau gas sudah dapat baru kami masuk ke proses tender mulai garap pabrik," tutur Arifin.
Saat ini, total kebutuhan gas PT Pupuk Sriwidjaja Holdings mencapai 800 MMSCFD, tetapi hingga kini baru terpenuhi 725 MMSCFD. "Ini kami tagih terus janji pemerintah untuk prioritaskan gas domestik, terutama untuk pabrik pupuk," tandas Arifin.
PT Pupuk Sriwidjaya (holding) berencana membangun dua pabrik di Jawa Timur dengan investasi US$ 1,3 miliar (Rp 13 triliun).
Pembangunan tersebut diperkirakan dapat menghemat biaya logistik sebesar US$ 60 juta per tahun.
"Ini untuk menekan biaya logistik pupuk di Jawa," kata Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Holding) Arifin Tasrif, di sela-sela Jakarta Food Security Summit Jakarta, hari ini.
Selain membangun dua pabrik tersebut, dia menuturkan, perusahaan pelat merah ini berencana membangun tiga pabrik baru guna meningkatkan produksinya. Tiga pabrik tersebut yakni Pupuk Kaltim V yang sedang berjalan, dan dua pabrik pupuk urea lainnya di Gresik dan Bojonegoro, Jawa Timur. Pabrik pupuk tersebut masing-masing berkapasitas satu juta ton per tahun.
Arifin memaparkan, pembangunan pabrik pupuk urea di Bojonegoro dan Gresik dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Jawa sehingga mampu menekan biaya logistik. Pasalnya, selama ini pupuk di Jawa didapat dari Kalimantan Timur dan Palembang dengan biaya transportasi cukup tinggi.
Menurut dia, jika pasokan gas tersedia tahun ini, maka konstruksi pembangunannya dilakukan awal 2013, sehingga diharapkan rampung pada akhir 2016. Tiga pabrik baru tersebut membutuhkan gas sebanyak 350 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun, saat ini komitmen gas yang didapatkan baru sebanyak 255 MMSCFD.
Saat ini Pusri telah menjalin Gas Sales Agreement (GSA) dengan operator Blok Cepu, ExxonMobile, untuk memasok gas ke kedua pabrik mereka. "Kami sedang cari-cari lagi, terutama untuk dua pabrik yang di Jawa Timur. Saat ini kami sedang coba dekati Pertamina. Kalau gas sudah dapat baru kami masuk ke proses tender mulai garap pabrik," tutur Arifin.
Saat ini, total kebutuhan gas PT Pupuk Sriwidjaja Holdings mencapai 800 MMSCFD, tetapi hingga kini baru terpenuhi 725 MMSCFD. "Ini kami tagih terus janji pemerintah untuk prioritaskan gas domestik, terutama untuk pabrik pupuk," tandas Arifin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




