ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

JK Tegaskan Proyek Listrik 35.000 MW Keputusan Presiden

Senin, 7 September 2015 | 20:08 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) (Istimewa)

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa rencana pembangunan pembangkit listrik dari 35.000 megawatt (mw) adalah keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu (35.000 mw) putusan presiden," jelas JK ketika dikonfirmasi tentang hasil pertemuan tim ekonomi mengenai kelistrikan, Senin (7/9).

Lebih lanjut, JK mengatakan bahwa keputusan presiden tidak ada yang bisa mengubahnya.

Sebelumnya, usai memimpin rapat mengenai kelistrikan di Kantor Kementerian Koordinator (Kemko) Kemaritiman, Jakarta, Menko Maritim Rizal Ramli kembali mengungkapkan bahwa proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 mw tidak mungkin dicapai dalam waktu lima tahun.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, jika pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW selesai dalam lima tahun, akan ada kelebihan tenaga listrik (excess power) sebesar 21.000 MW.

"PLN akan mengalami kapasitas lebih dari beban puncak hingga 2019 yang menurut perhitungan kami sebesar 74.000 MW yaitu 21.331 MW kapasitas listrik yang idle (tidak terpakai)," paparnya, Senin (7/9).

Seperti diketahui, Rizal sempat menuai kontroversi karena sebagai menteri baru langsung mengkritik kebijakan pemerintah mengenai pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt yang menurutnya terlalu sulit dicapai.

Atas komentarnya itu, JK pun menegur Rizal dan meminta agar menteri barunya tersebut memahami dahulu persoalan yang ada sebelum mengkritik.

"Tentu sebagai menteri harus pelajari dulu sebelum berkomentar. Memang tidak masuk akal, tapi menteri harus banyak akalnya. Kalau kurang akal pasti tidak paham itu memang," ucapnya.

Kemudian, teguran tersebut malah ditanggapi dengan tantangan debat di depan publik oleh Rizal Ramli.

Tetapi, akhirnya JK kembali menegur Rizal di hadapan para menteri kabinet kerja lainnya, dalam sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (19/8) sore.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
Dituding Menistakan Agama, JK Siap Tempuh Jalur Hukum

Dituding Menistakan Agama, JK Siap Tempuh Jalur Hukum

NASIONAL
Selain Rismon Sianipar, JK Juga Laporkan 4 Akun YouTube ke Bareskrim

Selain Rismon Sianipar, JK Juga Laporkan 4 Akun YouTube ke Bareskrim

NASIONAL
JK: Idulfitri Momentum Perkuat Persatuan

JK: Idulfitri Momentum Perkuat Persatuan

NASIONAL
JK: Sulit bagi Prabowo untuk Mediasi AS-Iran

JK: Sulit bagi Prabowo untuk Mediasi AS-Iran

NASIONAL
JK Respons Niat Prabowo Jadi Mediator Mediator AS-Israel dengan Iran

JK Respons Niat Prabowo Jadi Mediator Mediator AS-Israel dengan Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon