ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Serap Tenaga Kerja Massal, Pemerintah Pacu Industri Sepatu dan Tekstil

Selasa, 6 Oktober 2015 | 07:57 WIB
SH
FB
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: FMB
Tiga sepatu Nike jenis produksi khusus yang diproduksi PT. Adis Dimension Footwear di pabrik unit. Tangerang, Banten. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengunjungi pabrik sepatu yang seluruh produknya di ekspor tersebut pada Jumat, (31/7).
Tiga sepatu Nike jenis produksi khusus yang diproduksi PT. Adis Dimension Footwear di pabrik unit. Tangerang, Banten. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengunjungi pabrik sepatu yang seluruh produknya di ekspor tersebut pada Jumat, (31/7). (Istimewa)

Jakarta - Pemerintah terus memacu industri alas kaki yang mampu menyerap tenaga kerja massal. Pengembangan industri ini juga guna mendongkrak ekspor dan pangsa pasar sepatu produk Tanah Air di pasar global.

Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dalam siaran persnya Selasa (6/10). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, penciptaan devisa oleh industri alas kaki sebesar US$ 4,11 miliar atau 2,33 persen dari total ekspor nasional pada tahun 2014. Dari sisi lapangan kerja, industri ini menyumbang lapangan kerja sebanyak 643.000 orang yang setara dengan 4,21 persen dari tenaga kerja industri manufaktur.

Selain alas kaki, kata dia, pemerintah juga memacu industri padat karya lainnya yaitu industri tekstil dan makanan minuman. "Ini membuktikan pemerintah ingin industri padat karya yang mempekerjakan tenaga kerja dalam jumlah besar ini terus berkembang," kata Saleh.

Program itu digelar oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di pabrik PT Adis Dimension Footwear dan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan optimismenya bahwa ekonomi Indonesia bakal terus bergeliat seiring realisasi investasi dalam dan luar negeri serta digulirkannya paket stimulus kebijakan ekonomi. "Masih banyak peluang di negara kita yang bisa diangkat menjadi sebuah investasi yang menciptakan lapangan kerja," kata Presiden Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Pangsa pasar alas kaki buatan Indonesia di pasar dunia sebesar 2,85 persen pada tahun 2014 dan menduduki peringkat enam besar setelah Tiongkok, Italia, Vietnam, Jerman dan Belgia. Hal ini memperlihatkan bahwa industri alas kaki mempunyai peluang untuk terus meningkatkan ekspor.

Kepala BKPM Franky Sibarani, menyatakan pemerintah ingin mengkomunikasikan kepada publik dan investor bahwa di saat marak pemberitaan tentang PHK, ternyata banyak perusahaan sektor padat karya yang tetap melaksanakan realisasi proyek investasinya dan menyerap tenaga kerja.

Terdapat 16 perusahaan yang terdiri dari 11 PMA dan 5 perusahaan PMDN investasi padat karya di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Serapan tenaga kerja sedikitnya 121.285 orang dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019).

Nilai total rencana investasi sebesar Rp.18,9 triliun dan total realisasi investasi sebesar Rp.11,4 triliun (sampai dengan September 2015) dengan total perkiraan nilai ekspor sebesar US$ 1.3 Miliar.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri kulit, barang dari kulit dan sepatu tersebut antara lain PT. Pou Yuen Indonesia, Chang Shin Reksa Jaya, Adis Dinamika Sentosa, Feng Tay Indonesia Enterprises, Parkland World Indonesia, Selalu Cinta Indonesia, dan Seng Dam Jaya Abadi.

Sementara, industri tekstil ialah Sri Rejeki Isman, Jaya Perkasa Textile, Rayon Utama Makmur, Nesia Pan Pacific Clothing, Eco Smart Garment Indonesia, Delta Merlin Dunia Textile, Delta Merlin Sandang Textile, Apparel One Indonesia dan Jaya Perkasa Textile. Untuk industri makanan dan minuman esia. Indonesia dan PT Jaya Perkasa Textile. Untuk Industri makanan dan minuman yaitu PT Kaldu Sari Nabati Indonesia. "Pelaku industri padat karya juga masih membutuhkan tenaga kerja baru seperti salah satu pabrik garmen di Boyolali. Mereka bahkan masih kekurangan sebanyak 12.000 karyawan," papar Menperin Saleh Husin.

Peremajaan Mesin

Kemenperin juga melanjutkan program restrukturisasi mesin/peralatan industri TPT, alas kaki dan penyamakan kulit. Langkah ini diambil mengingat sambutan yang positif dari pelaku industri maupun pemangku kepentingan lainnya. "Program ini dalam mengakselerasi peningkatan kinerja industri dan penyerapan tenaga kerja," ujar Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kemenperin, Harjanto. Ketersediaan bahan baku juga difasilitasi dengan mendirikan basis logistik untuk kapas, pusat bahan baku kulit serta mendorong investasi industri zat warna dan bahan penolong.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekspor Alas Kaki dan Karet Tak Akan Surut Gara-gara Tarif Trump

Ekspor Alas Kaki dan Karet Tak Akan Surut Gara-gara Tarif Trump

EKONOMI
Airlangga Sebut Industri Alas Kaki Nasional Tahan Gejolak Global

Airlangga Sebut Industri Alas Kaki Nasional Tahan Gejolak Global

EKONOMI
Perusahaan Logistik Ingatkan Dampak Tarif Trump ke CPO hingga Sepatu

Perusahaan Logistik Ingatkan Dampak Tarif Trump ke CPO hingga Sepatu

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon