ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PDB Kuartal III Tumbuh 4,73%

Kamis, 5 November 2015 | 11:27 WIB
LO
AB
Penulis: Lona Olavia | Editor: AB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Istimewa)

Jakarta - Produk domestik bruto pada kuartal III 2015 tumbuh 4,73 persen. Demikian pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (5/11). Sebelumnya pada kuartal I 20015, PDB tumbuh 4,71 persen dan pada kuartal II tumbuh 4,67 persen.

"Pertumbuhan di kuartal III lebih bagus daripada di kuartal I dan II," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Rabu (5/11).

Dia menyampaikan, nilai produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2015 mencapai Rp 2.982,6 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan Rp 2.311,2 triliun.

Sasmito menjelaskan pertumbuhan terjadi di semua kategori ekonomi, kecuali pertambangan dan penggalian. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor informasi dan komunikasi (10,83 persen), jasa keuangan dan asuransi (10,35 persen), dan jasa pendidikan (8,25 persen).

ADVERTISEMENT

Sementara distribusi terbesar terhadap total PDB kuartal III, yakni pada industri pengolahan (20,41 persen), pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan (14,57 persen), perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (13,09 persen).

"Pada sektor pertanian, perikanan tumbuh tinggi 8,3 persen di mana produksi rumput laut meningkat. Tapi, di sisi kehutanan terjadi kontraksi minus 2,7 persen, karena banyak kebakaran hutan di Sumatera, Kalimantan yang menyebabkan produksi kayu bulat di hutan tanaman industri seperti di Jambi, Sumsel, Riau, Kalbar," ujarnya.

PDB menurut pengeluaran secara year on year (YoY) untuk konsumsi pemerintah 6,56 persen, pengeluaran konsumsi LNPRT (6,39 persen), pengeluaran konsumsi rumah tangga (4,96 persen), pembentukan modal tetap bruto/PMTB (4,62 persen), ekspor (-0,69 persen), dan impor (-6,11 persen).

"Penjualan pakaian, sepeda motor dan mobil mengalami penurunan. Sedangkan, dimulainya pilkada mendorong kenaikan konsumsi LNPRT. Lalu, kenaikan belanja modal 58,10 persen mendorong konsumsi pemerintah naik tinggi dari sebelumnya 1,33 persen," ucapnya.

Sementara distribusi terbesar terhadap total PDB, yakni pengeluaran konsumsi rumah tangga (54,98 persen), PMTB (32,9 persen), dan ekspor (20,71 persen).

Terkait pertumbuhan ekonomi menurut pulau, hampir semuanya mengalami kenaikan, kecuali di Kalimantan yang minus 0,41 persen karena pertambangan.

Sasmito menuturkan, pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III 2015 tidak lepas dari pengaruh perekonomian global, di mana perekonomian mitra dagang Indonesia cenderung melemah. Amerika Serikat, Tiongkok dan Singapura yang merupakan negara mitra dagang utama RI mengalami perlambatan ekonomi.

Dari sisi global, Tiongkok mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,9 persen sepanjang kuartal III 2015. Angka ini merupakan yang terendah sejak krisis keuangan global terjadi di 2009 lalu. Situasi ini bakal makin menekan pengambil kebijakan di Tiongkok untuk kembali memangkas suku bunga acuannya, dan juga membuat kebijakan stimulus ekonomi. Meski begitu, angka pertumbuhan ekonomi kuartal III 2015 ini lebih baik dari estimasi para analis yang memprediksi angka pertumbuhan ekonomi di periode itu adalah 6,8 persen. Angka pertumbuhan ekonomi 6,9 persen ini lebih rendah dari kuartal II 2015 yang sebesar 7 persen.

Ekonomi Singapura juga melemah dari 7 persen menajdi 6,9 persen. Sementara, menurut laporan dari Kementerian Perdagangan AS disebutkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) turun tajam pada kuartal III 2015, menjadi 2 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi AS ini turun dari besaran di kuartal II 2015 sebesar 2,7 persen. Menurut para analis, situasi perlambatan ekonomi AS ini hanya sementara, dan akan kembali naik pada kuartal IV 2015, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik.

Ekonomi AS memang tengah bergejolak sejak resesi di 2007-2009, akibat krisis keuangan global. Tahun ini, ekonomi AS menghadapi hadangan dari penguatan dolar dan pemangkasan belanja sejumlah perusahaan energi, akibat turunnya harga minyak. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Bayang-bayang Global Menguji Ketahanan Fiskal APBN

Bayang-bayang Global Menguji Ketahanan Fiskal APBN

EKONOMI
Peta Ekonomi Global Dikuasai AS, tetapi China dan India Terus Menguat

Peta Ekonomi Global Dikuasai AS, tetapi China dan India Terus Menguat

EKONOMI
Dampak Banjir Sumatera ke Ekonomi RI: Tekan PDB-Kemiskinan Bertambah

Dampak Banjir Sumatera ke Ekonomi RI: Tekan PDB-Kemiskinan Bertambah

EKONOMI
OJK Targetkan Market Cap Sentuh 70 Persen PDB pada Akhir 2025

OJK Targetkan Market Cap Sentuh 70 Persen PDB pada Akhir 2025

EKONOMI
PDB Tumbuh 5,12 Persen, Kantor Presiden: Ini Bukan Ramalan Zodiak

PDB Tumbuh 5,12 Persen, Kantor Presiden: Ini Bukan Ramalan Zodiak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon