Tahun Depan Suku Bunga Turun
Selasa, 8 Desember 2015 | 10:57 WIB
Jakarta - Risiko likuiditas pada tahun depan diperkirakan menurun dan memberikan ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga baik simpanan maupun kredit pada tahun depan.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah menuturkan saat ini kondisi likuiditas perbankan berada dalam kondisi yang baik. Halim pun memperkirakan risiko likuiditas akan menurun dibandingkan tahun ini seiring belum terlalu ekspansifnya penyaluran kredit perbankan dan kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan kewajiban GWM primer rupiah yang akan memberikan tambahan likuiditas pada perbankan.
"Risiko likiuidias tahun depan kemungkinan lebih rendah, dengan begitu ada kecenderungan suku bunga pasar turun. Dugaan saya suku bunga kredit secara keseluruhan (tahun depan) juga kemungkinan akan menurun," ujar Halim kepada Investor Daily baru-baru ini.
Kondisi likuiditas perbankan menurut Halim terutama akan tercermin pada suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) yang diperkirakan melanjutkan tren penurunan pada tahun depan. Saat ini menurut dia, suku bunga PUAB sudah menunjukkan tren penurunan yang diharapkan akan berlanjut pada tahun depan.
Berdasarkan data Bank Indonesia, rata-rata suku bunga overnight perbankan berdasakan JIBOR pada awal Desember ini berada pada kisaran 5,8%, menurun dibandingkan rata-rata suku bunga pada November yang berada dikisaran 5,9-6%.
Sementara itu, tren suku bunga bank benchmark yang dipantau LPS (suku bunga pasar) secara rata-rata hingga awal bulan November 2015 cenderung relatif stabil. Kami perkirakan hal tersebut berlanjut hingga akhir tahun 2015 karena intensitas persaingan perbankan dalam perebutan dana masyarakat relatif rendah.
Hingga awal November 2015, suku bunga deposito perbankan secara rata-rata hanya naik sebesar 1 bps, dari 7,17% di awal Oktober 2015 menjadi 7,18% di awal November 2015. Di sisi lain, posisi suku bunga maksimum suku bunga deposito rata-rata perbankan pada periode yang sama relatif tidak bergerak sebesar 8,38%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




