Penjualan Semen Naik 4,7%
Jumat, 11 Desember 2015 | 13:03 WIB
Jakarta – Penjualan semen nasional pada November 2015 naik 4,7% menjadi 6.055.511 ton dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan ini ditopang peningkatan penjualan di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Maluku dan Papua.
"Permintaan semen tetap melonjak tajam walau hujan sudah mulai turun. Ini menunjukkan anggaran pemerintah untuk pembangunan sudah berjalan lancar, termasuk pembangunan sejuta rumah," kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso kepada Investor Daily, Kamis (10/12).
Widodo mengungkapkan, peningkatan penjualan semen tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi, dengan kenaikan 17,5% sepanjang November 2015 menjadi 532.636 ton. Kenaikan tinggi juga dicatatkan Pulau Bali dan Nusa Tenggara, dengan permintaan semen yang meningkat 17,0% menjadi 327.914 ton.
"Sulawesi bersama Bali & Nusa Tenggara dan Sumatera berhasil mencatatkan rekor dengan kenaikan 15-17%. Ini luar biasa," ungkap dia.
Widodo melanjutkan, penjualan semen di Sumatera meningkat 15,1% pada bulan lalu menjadi 1.373.793 ton. "Kenaikan permintaan semen di tiga wilayah Indonesia ini karena adanya proyek infrastruktur, pembangkit listrik (powerplant), dan smelter yang mulai berjalan," ujar dia.
Kenaikan penjualan, lanjut Widodo, juga terjadi di daerah lain seperti Pulau Jawa dan Kalimantan. Penjualan semen di Kalimantan tumbuh 11,2% menjadi 389.922 ton pada November 2015 dibanding periode sama tahun lalu . Sementara penjualan semen di Jawa mencatatkan kenaikan 0,5% menjadi 3.295.994 ton pada bulan kemarin. Penjualan di pulau Jawa masih yang tertinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia.
"Secara keseluruhan, penjualan semen di dalam negeri telah mencapai 55,55 juta ton selama 11 bulan 2015. angka ini naik 1,9 % dibanding tahun lalu," ujar dia.
Widodo memperkirakan, kenaikan penjualan akan berlanjut pada bulan Desember ini. Sehingga sepanjang Januari-Desember 2015, penjualan semen diprediksi naik 2-2,5%.
Dia menambahkan, optimisme tersebut muncul seiring 2 pabrik semen yang sudah mulai comissioning pada Desember ini. Kedua pabrik tersebut, yakni Pabrik Semen Jawa yang berkapasitas 1,7 juta ton per tahun dan Pabrik Semen Merah Putih dengan kapasitas 3,6 juta ton per tahun. Langkah ini akan disusul Semen Bosowa (3 juta ton per tahun) dan Semen Bima 1,7 juta ton per tahun.
"Sehingga, harapan para investor semen saat ini adalah anggaran pembangunan sudah bisa terealisir pada bulan Februari tahun depan. Sehingga proyek-proyek infrastruktur dan proyek pemerintah lainnya, serta pembangunan di pedesaan sudah bisa mulai berjalan," ungkap dia.
Realisasi anggaran tersebut, menurut Widodo, sangat penting, mengingat banyak produsen semen mematikan sebagian pabriknya pada semester I-2015 karena permintaan semen yang turun. "Pada semester I kemarin, belum ada pembangunan yang mulai. Permintaan semen hanya datang dari perumahan masyarakat dan apartemen di kota-kota besar," pungkas Widodo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




