ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Belanja Teknologi Ikut Terpengaruh Perlambatan di Tiongkok

Selasa, 5 Januari 2016 | 23:52 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Konsumen mencoba fitur kamera di laptop yang terpasang di salah satu gerai gadget di pusat perbelanjaan kawasan Jakarta Barat; Rabu (25/11). Investor Daily / Emral Firdiansyah
Konsumen mencoba fitur kamera di laptop yang terpasang di salah satu gerai gadget di pusat perbelanjaan kawasan Jakarta Barat; Rabu (25/11). Investor Daily / Emral Firdiansyah (Investor Daily / Emral Firdiansyah)

Las Vegas - Pengeluaran para konsumen untuk gadget teknologi ikut terpukul oleh perlambatan pertumbuhan yang menimpa perekonomian Tiongkok dan juga oleh penguatan nilai tukar dolar AS. Hal ini dinyatakan para peneliti dari Asosiasi Konsumen Teknologi (CTA), Senin (4/1) waktu setempat.

CTA memperkirakan US$ 950 miliar akan dibelanjakan konsumen seluruh dunia untuk produk-produk elektronik konsumsi tahun ini. Angka tersebut menunjukkan penurunan 2% dari US$ 969 miliar yang dihabiskan pada tahun lalu. Sedangkan dari sisi jumlah unit yang dikirim tidak akan banyak berubah.

"Kami melihat permintaan cukup datar sementara kami menginginkan inovasi-inovasi baru menjangkau konsumen," ucap Direktur Senior CTA Bidang Riset Pasar Steve Koenig di Las Vegas, AS, jelang dimulainya gelaran tahunan Consumer Electronics Show (CES).

Koenig mengingatkan bahwa perbandingan belanja teknologi tersebut dipengaruhi nilai tukar dolar AS yang sangat kuat dan jatuhnya harga produk andalan di pasar, seperti smartphone dan tablet.

ADVERTISEMENT

"Kami benar-benar melihat ekonomi global mulai kembali ke jalur bila kami dapat mengatasi berbagai isu. Saya pikir hal terbesar yang dapat membantu adalah normalisasi perlambatan di Tiongkok," ucap Koenig.

Smartphone dan komputer tablet diperkirakan menyumbang 46% dari uang yang dihabiskan tahun ini untuk elektronik konsumsi. Tetapi menurut Koenig, kategori baru seperti gadget-gadget yang dipakai sambil dikenakan di tubuh atau wearable, drone, dan perangkat virtual reality harus bisa unjuk gigi di pasar.

Bila komputer mobile seperti laptop disertakan dengan smartphone dan tablet, proporsinya terhadap penjualan di tahun ini diperkirakan mencapai 58% atau US$ 551 miliar.

"Lebih dari setengah triliun dolar AS. Saya menyebutkan tiga serangkai teknologi, yaitu laptop, smartphone dan tablet," ucap Koenig.

Dia juga membayangkan potensi tablet akan tertutupi oleh smartphone layar besar dan komputer portabel seperti Lenovo Yoga, yang dirancang dengan layar yang dapat dilepas dan digunakan sebagai tablet sentuh.

Pengiriman smartphone diprediksi sedikit melemah tahun ini, tumbuh sekitar 8% menjadi 1,4 miliar perangkat. Adopsi smartphone didorong oleh harga yang semakin rendah, terutama di pasar penting seperti Tiongkok, Afrika, dan Timur Tengah, karena handset kelas atas masih di luar jangkauan banyak orang.

Sementara itu, kategori komputer wearable yang mencakup jam tangan pintar harus terus meroket. Ia mengatakan akan ada banyak gadget wearable pada CES 2016 yang resmi dibuka, Rabu (6/1).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Naik 12 Persen

Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Naik 12 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon