Penjualan Semen 2015 Capai 61 Juta Ton
Selasa, 12 Januari 2016 | 20:02 WIB
Jakarta - Penjualan semen sepanjang 2015 mencapai 61,00 ton, naik 1,8% dibanding tahun sebelumnya 59,90 juta ton. Kenaikan ini terjadi seiring mulai bergulirnya proyek-proyek infrastruktur pada semester II-2015.
"Penjualan semen pada 2015 bisa ditutup positif dengan kenaikan 1,8%, meski pada semester I kemarin sempat turun 1,5% akibat adanya keterlambatan pembangunan infrastruktur," kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (12/1).
Widodo mengungkapkan, realisasi kenaikan penjualan 2015 terbilang rendah, karena tidak mampu mengimbangi pertumbuhan kapasitas pabrik semen yang meningkat tajam pada tahun lalu. Rendahnya permintaan semen tersebut akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi para produser semen.
Pasalnya, kata Widodo, kapasitas pabrik semen nasional meningkat sangat tajam hingga 16 juta ton pada 2015-2016 yang sayangnya tidak diikuti lonjakan permintaan semen di dalam negeri. Hal tersebut semakin diperparah dengan adanya ancaman impor semen dari negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Taiwan.
"Perlu perhatian pemerintah dalam mengeluarkan izin-izin investor semen di Indonesia. Kasihan para investor terdahulu, karena mereka bisa menderita akibat pabrik yang dibangun susah payah dengan biaya tinggi tersebut, utilisasinya tidak bisa tercapai optimal karena adanya over supply yang sangat tinggi di dalam negeri," ungkap dia.
Dia melanjutkan, investor-investor eksisting memang akan berusaha melakukan peningkatan ekspor untuk menyiasati kondisi di dalam negeri. Meski demikian, hal tersebut akan sulit dilakukan mengingat permintaan semen di pasar global juga tengah menurun akibat resesi dunia. Di lain pihak, Tiongkok mengalami over supply yang sangat besar, sehingga mereka berusaha melempar produknya ke Asia dan Afrika .
Widodo memprediksi, permintaan semen pada tahun ini akan naik melebihi 2015. Dia optimistis, pertumbuhan semen 2016 bakal mencapai 4-6%, lebih tinggi dari 2015 yang hanya 1,8%.
"Bila kebutuhan semen untuk infrastruktur pada tahun ini naik 20% sesuai anggaran pemerintah di angka lebih dari Rp 300 triliun, permintaan semen akan naik 4-6% karena komposisi infrastruktur sekitar 25% dari total permintaan semen nasional," jelas Widodo.
Dia melanjutkan, 75% dari total permintaan semen, dikontribusi dari perumahan , apartemen, hotel, perkantoran, fasilitas pariwisata, dan lainnya. Jika porsi ini bisa tetap seperti tahun lalu, target pertumbuhan 4-6% bisa tercapai.
Meski, terang Widodo, semua tergantung dari mulainya pembangunan infrastruktur yang ditargetkan pemeritah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu juga akan ditentukan juga dari kesiapan pabrik-pabrik semen untuk memasok kebutuhan semen untuk pembangunan proyek-proyek tersebut.
Setidaknya, kata Widodo, akan ada 7 pabrik baru yang beroperasi pada 2015-2016 dengan total kapasitas sekitar 16 juta ton per tahun. Pabrik-pabrik tersebut adalah Semen Holcim, Semen Garuda, Conch Semen, Semen Tiga Roda, Semen Merah Putih, Semen Jawa, Semen Bima dan Semen Bosowa Maros .
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




