ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Harga Avtur Cenderung Turun

Pemerintah Kaji Penurunan Tarif Batas Atas Penerbangan

Rabu, 13 Januari 2016 | 08:31 WIB
TD
B
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: B1
Ilustrasi penerbangan di Indonesia.
Ilustrasi penerbangan di Indonesia. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Pemerintah mengisyaratkan akan menurunkan tarif batas atas penerbangan untuk penumpang kelas ekonomi. Penurunan tarif itu didasarkan pada kecenderungan penurunan harga avtur beberapa waktu belakangan ini.
Staf Khusus Bidang Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid menjelaskan, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemhub) tengah mengkaji hal tersebut. Dalam waktu dekat ini, penetapan penurunan tarif bakal diumumkan pemerintah.

"Dengan turunnya harga avtur, kami mengkaji penurunan tarif batas atas. Saat ini sedang dirumuskan dan akan diumumkan dalam waktu dekat ini," kata Hadi kepada Investor Daily, Selasa (12/1).

Namun demikian, Hadi enggan menjelaskan secara terperinci besaran rata-rata besaran penurunan tarif batas atas tersebut. Selain itu, saat ditanya terkait kemungkinan adanya pengaruh kebijakan bea masuk impor suku cadang 0% yang ditetapkan pemerintah untuk penurunan tarif itu, Hadi tidak mengungkapkan lebih lanjut. "Nanti saat pengumuman resminya saja, ya," imbuh dia.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Tengku Burhanuddin menilai kebijakan penurunan tarif batas atas untuk penumpang kelas ekonomi pada saat ini tidak seharusnya diterbitkan dulu oleh pemerintah, meskipun harga avtur mengalami tren penurunan. Alasannya, biaya operasional airline itu sekitar 50% di antaranya sangat bergantung pada mata uang dolar AS. Saat ini, nilai tukar rupiah hampir mencapai Rp 14.000 per dolar AS. "Persentase turunnya harga avtur dan persentase pelemahan rupiah terhadap dolar AS, masih lebih tinggi pelemahan rupiah," papar dia.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, PT Pertamina menyatakan kembali melakukan penurunan harga jual produk BBM Avtur dan Avgas periode Januari minggu pertama (1-14 Januari) 2016. Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, hal itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan tren penurunan harga minyak dunia.

"Penyesuaian yang dilakukan berupa penurunan harga jual rata-rata sebesar kurang lebih 2,89% atau setara 5,59 US cents per gallon," papar dia dalam pernyataan tertulisnya belum lama ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tak Larang Nobar Film Pesta Babi

Pemerintah Tak Larang Nobar Film Pesta Babi

NASIONAL
Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Rekomendasi Reformasi Polri Dinilai Tersendat, Ada Apa?

Rekomendasi Reformasi Polri Dinilai Tersendat, Ada Apa?

NASIONAL
RUU Pemilu Belum Final, Yusril: Tunggu Draf DPR Rampung

RUU Pemilu Belum Final, Yusril: Tunggu Draf DPR Rampung

NASIONAL
3 Prajurit Gugur, Puan Minta Evaluasi Penugasan TNI

3 Prajurit Gugur, Puan Minta Evaluasi Penugasan TNI

NASIONAL
Bayang-bayang Global Menguji Ketahanan Fiskal APBN

Bayang-bayang Global Menguji Ketahanan Fiskal APBN

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon