ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Perbaiki Rantai Pasok Cabai

Kamis, 10 Maret 2016 | 12:03 WIB
AB
AB
Penulis: Anselmus Bata | Editor: AB
Serah-terima nota kesepahaman antara Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono (kanan) dengan pelaku usaha di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili Subhan, Selasa 1 Maret 2016.
Serah-terima nota kesepahaman antara Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono (kanan) dengan pelaku usaha di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili Subhan, Selasa 1 Maret 2016. (Istimewa)

Jakarta - Pasokan cabai menjadi hal menarik yang perlu diketahui saat harga komoditas ini melejit seperti sekarang ini. Pemerintah berusaha agar gejolak harga ini dapat segera diatasi dengan perbaikan rantai pasok yang memberi keuntungan bagi petani dan konsumen

Upaya pengamanan pasokan ini dilakukan melalui tiga strategi. Pertama, pemerintah telah menerapkan manajemen pengaturan pola tanam yang bertujuan untuk mengatur jadwal panen, sehingga pasokan akan tersedia dan aman sepanjang tahun.

Kedua, melakukan pemetaan sentra utama dan sentra penunjang (buffer) cabai nasional.

Ketiga, melibatkan pelaku usaha/champion/avalist dalam penataan rantai pasokan cabai.

ADVERTISEMENT

Ketiga strategi itu diambil Direktur Jenderal Hortikultura, Spudnik Sujono, sebagai landasan pemecahan masalah pasokan cabai jangka pendek hingga jangka panjang.

"Rantai pasok cabai saat ini merugikan konsumen, namun tidak memberi keuntungan optimal bagi petani. Margin terbesar berada di distribusi," kata Spudnik.

Salah satu realisasi dari tiga strategi pemerintah tersebut adalah dengan menjalin kerja sama antara Direktorat Jenderal Hortikultura dengan pelaku usaha cabai di sentra produksi utama di wilayah Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cabai sepanjang waktu, terutama untuk pasar Jabodetabek. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Solo awal bulan Maret 2016.

"Kerja sama ini melibatkan pelaku usaha dan yang bekerja sama dengan pemerintah dalam mengamankan ketersediaan pasokan cabai nasional. Mereka diharapkan juga berperan sebagai avalist (penjamin) bagi petani dalam pengembangan usaha cabai dan bawang merah," ujar Spudnik.

Kerja sama tersebut juga melibatkan Dinas Pertanian di tingkat kabupaten/kota dengan kelompok tani dalam upaya pengaturan jadwal tanam, pelaku usaha/champion dengan kelompok tani binaan, serta direktur jenderal hortikultura dengan pelaku usaha/champion.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pasar Induk Kramat Jati Diguyur Cabai untuk Tekan Lonjakan Harga

Pasar Induk Kramat Jati Diguyur Cabai untuk Tekan Lonjakan Harga

JAKARTA
Mendag Ungkap Faktor Utama Kenaikan Harga Cabai

Mendag Ungkap Faktor Utama Kenaikan Harga Cabai

EKONOMI
Harga Cabai Rawit Naik, Bapanas: Terkendala Cuaca

Harga Cabai Rawit Naik, Bapanas: Terkendala Cuaca

EKONOMI
Harga Cabai di Pasar Rangkasbitung Melonjak, Pedagang-Pembeli Menjerit

Harga Cabai di Pasar Rangkasbitung Melonjak, Pedagang-Pembeli Menjerit

BANTEN
Sempat Tembus Rp 80.000, Harga Cabai di Kediri mulai Turun

Sempat Tembus Rp 80.000, Harga Cabai di Kediri mulai Turun

JAWA TENGAH
Stabilkan Harga, Mentan Amran Kirim 40 Ton Cabai Petani Aceh

Stabilkan Harga, Mentan Amran Kirim 40 Ton Cabai Petani Aceh

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon