Pasar Induk Kramat Jati Diguyur Cabai untuk Tekan Lonjakan Harga
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan tambahan pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati sebagai langkah pengendalian harga. Upaya ini dilakukan untuk meredam lonjakan harga cabai, terutama jenis rawit merah, agar kembali berada pada kisaran wajar.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menjelaskan kenaikan harga dipicu peningkatan permintaan yang terjadi bersamaan dengan jeda panen akibat faktor cuaca dan hari libur. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan cabai secara nasional tetap dalam kondisi aman.
Menurutnya, Gerakan Aksi Guyur Pasokan akan dijalankan selama 30 hari ke depan atau hingga harga menunjukkan tren stabil. Tambahan pasokan difokuskan ke PIKJ sebagai barometer harga hortikultura nasional.
“Kenaikan harga saat ini lebih dipengaruhi momentum lonjakan permintaan. Karena itu, pasokan kami tambah agar harga kembali stabil tanpa merugikan petani,” ujar Taufiq, Kamis (18/2/2026).
Intervensi pasar ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim Polri, serta dinas terkait di daerah. Distribusi dilakukan secara terukur berdasarkan neraca produksi nasional untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, menambahkan bahwa kebijakan stabilisasi harga dirancang agar memberi manfaat bagi seluruh pihak. Pemerintah tidak hanya menekan harga di tingkat konsumen, tetapi juga memastikan petani memperoleh keuntungan yang layak.
“Kami kawal distribusi dari sentra produksi hingga ke PIKJ. Stabilitas harga harus tetap memberikan margin yang adil bagi petani dan terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.
Langkah pemerintah turut mendapat dukungan dari Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI). Ketua ACCI, Ardhy, menyatakan para petani siap memasok hasil panen dari berbagai sentra produksi untuk menjaga ketersediaan stok.
“Kami pastikan produksi berjalan dan stok tersedia. Anggota ACCI siap mendukung stabilisasi harga dengan memasok cabai ke PIKJ,” ujarnya.
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pemerintah, kata dia, berkomitmen melindungi kepentingan petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Dengan tambahan pasokan yang terjadwal dan terkoordinasi, diharapkan tekanan harga cabai rawit merah dapat segera mereda. Kementan juga akan melakukan pemantauan harian terhadap pergerakan harga dan distribusi guna memastikan stabilitas tetap terjaga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




