DLH Targetkan Bersihkan Sampah Pasar Kramat Jati dalam 2 Hari
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta bergerak cepat menangani persoalan tumpukan sampah yang menggunung di tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Penanganan darurat dilakukan menyusul keluhan warga yang terdampak bau menyengat hingga ratusan meter dari lokasi pasar.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Frimansyah, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah tanggap darurat dengan mengerahkan armada pengangkut sampah dalam jumlah besar selama beberapa hari terakhir.
“Pastinya kita akan tanggulangi untuk tanggap darurat dahulu. Dalam tiga hari ini kita sudah menerjunkan sekitar 78 rit kendaraan,” kata Dwi di lokasi, Minggu (11/1/2026).
Puluhan armada tersebut terdiri dari berbagai jenis kendaraan, mulai dari truk timper besar, kontainer, tronton, hingga armada pendukung lainnya. Operasi pengangkutan melibatkan lintas unit, termasuk DLH Jakarta, Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Satpol LH Kecamatan Kramat Jati, hingga bantuan dari DLH Kepulauan Seribu.
“Hari ini insyaallah akan diturunkan sekitar 50 kendaraan untuk mengangkut sampah yang ada di TPS Pasar Induk Kramat Jati,” ujarnya.
Dwi mengungkapkan, selama tiga hari terakhir pihaknya telah mengangkut sekitar 1.300 hingga 1.400 ton sampah dari lokasi tersebut. Jika pengangkutan hari ini berjalan sesuai rencana, total sampah yang terangkut diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ton dalam kurun waktu empat hari terakhir.
“Hari ini sekitar 700 ton bisa terangkut. Jadi akumulasi dengan kemarin sekitar 2.000 ton yang sudah diangkut empat hari terakhir ini,” kata Dwi.
Ia menargetkan sisa tumpukan sampah dapat diselesaikan dalam satu hingga dua hari ke depan, dengan catatan kondisi armada tetap optimal dan proses pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang berjalan lancar.
“Mudah-mudahan besok atau lusa sudah selesai. Kendaraan juga sehat, tidak mengalami trouble. Memang kalau hujan biasanya agak melambat, tetapi mudah-mudahan semuanya lancar,” ujarnya.
Langkah Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, DLH juga menyiapkan langkah jangka panjang agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi. Salah satunya dengan memperkuat pengelolaan sampah langsung dari sumber, yakni kawasan pasar.
Dwi menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola Pasar Induk Kramat Jati terkait penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah di Kawasan.
“Nanti ke depannya kita akan berkooperasi dengan pihak Pasar Induk Kramat Jati terkait pengelolaan sampah di sumber,” ujarnya.
Dalam skema tersebut, pengelolaan sampah organik akan dilakukan oleh PD Pasar Jaya (PDP Sarjaya), sementara hanya sampah residu yang akan dikirim ke Bantar Gebang.
“Dengan begitu, ke depannya insyallah benar-benar tidak ada lagi tumpukan sampah dan komplain masyarakat terhadap bau di sekitar TPS ini bisa teratasi,” kata Dwi.
Dalam hal ini warga sekitar Pasar Induk Kramat Jati mengaku sudah lama terdampak persoalan sampah tersebut. Salah seorang warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Roni, mengatakan bau busuk kerap tercium hingga ke permukiman warga dengan jarak sekitar 200 meter dari TPS.
Permasalahan bau sampah di Pasar Induk Kramat Jati bukanlah hal baru dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi memburuk ketika sampah tidak segera diangkut dan akhirnya menggunung. Diketahui sumber bau didominasi oleh sampah organik berupa sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar yang volumenya jauh lebih besar dibandingkan sampah rumah tangga.
Keluhan tumpukan sampah di area pasar sempat mencapai ketinggian sekitar enam meter dan memicu datangnya lalat ke permukiman warga, terutama saat musim buah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




