Harga Cabai Rawit Naik, Bapanas: Terkendala Cuaca
Senin, 16 Februari 2026 | 13:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan lonjakan harga cabai rawit merah di sejumlah pasar bukan dipicu kekurangan produksi, melainkan akibat kendala cuaca dan keterbatasan tenaga kerja pemetik di sentra produksi.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, secara nasional produksi cabai rawit masih mencukupi. Namun, proses pemetikan terganggu karena intensitas hujan yang tinggi.
“Produksi sebenarnya sangat cukup, tetapi masalahnya di petik. Saat hujan tinggi, tenaga kerja tidak berani memetik karena cabai akan cepat busuk,” kata Ketut dilansir dari Antara, Jakarta, Senin (16/2/2026).
Selain faktor cuaca, keterbatasan tenaga kerja juga dipengaruhi periode libur nasional. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan ke pasar induk menurun meskipun stok di tingkat produksi masih tersedia.
Ia menjelaskan, situasi tersebut membuat distribusi cabai ke pasar induk tidak berjalan optimal sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih tinggi.
Bapanas menegaskan kenaikan harga itu tidak berkaitan dengan praktik penimbunan atau permainan harga oleh pelaku usaha. “Sesuai arahan Kepala Bapanas, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar,” tegas Ketut.
Ia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan bersama Satgas Pangan Polri untuk memastikan distribusi pangan berjalan sesuai ketentuan.
Perbaikan kondisi cuaca dan kembalinya aktivitas pemetikan diharapkan dapat meningkatkan pasokan cabai dalam dua pekan ke depan. Dengan demikian, harga cabai rawit merah diperkirakan kembali turun secara bertahap.
Sementara itu, hasil pemantauan dan sidak Bapanas di Pasar Induk Kramat Jati menunjukkan harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram (kg), lebih rendah dibandingkan sepekan sebelumnya yang sempat mencapai Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kg.
Harga tersebut tidak jauh berbeda dengan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS) Nasional pada Senin (16/2/2026), yang mencatat harga rata-rata cabai rawit merah sebesar Rp 79.950 per kg di pasar tradisional seluruh provinsi.
Ketut menyatakan pihaknya akan terus memantau dinamika produksi dan distribusi cabai agar gejolak harga dapat dikendalikan secepatnya, mengingat hari besar keagamaan nasional Imlek dan Ramadan yang akan segera berlangsung. “Kami akan terus cek dan upayakan untuk melakukan beberapa hal untuk menjadi solusinya,” tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




