Darmin Sebut Histeria Pasar Lemahkan Rupiah
Senin, 28 Maret 2016 | 18:10 WIB
Jakarta- Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, histeria pasar menjadi faktor penyebab pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini. Namun Darmin optimistis pelemahan tidak akan berlangsung lama, karena hanya bersifat sementara.
"Namanya juga pasar, jangan selalu kalian pikir mereka sudah benar," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/3).
Darmin mengatakan, histeria pasar kerap terjadi. Bahkan, di saat tidak ada isu yang kuat, para pelaku pasar terkadang hanya menebak-nebak. "Tapi pemerintah harus selalu mengantisipasi dan mengikuti pergerakan pasar. Itu saja," jelas dia.
Dikatakan, faktor sesungguhnya yang menjadi penyebab pelemahan nilai tukar dan sejumlah mata uang asing terhadap dolar Amerika Serikat (AS) adalah kondisi ekonomi dunia yang kurang menguntungkan. "Lihat saja, ekonomi dunia melemah atau tidak terhadap mata uang dolar AS. Kalau melemah, ya sudah itu. Kita mengikuti irama dunia saja," katanya.
Namun Darmin optimistis nilai tukar rupiah akan rebound (menguat) seiring membaiknya ekonomi nasional. Apalagi real exchange rate rupiah berada pada kisaran Rp 12.500 hingga Rp 12.750 per dolar AS. "Itu fundamentalnya. Rupiah bisa lari dari situ dalam jangka waktu terbatas karena rumor, perkiraan. Tapi kalau menurut saya, kita sudah bergerak di sekitar itu, tidak terlalu jauh dari nilai fundamental sehingga kalau terjadi perubahan rendah atau agak tinggi juga sementara," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




