SCG Raup Pendapatan Rp 1,39 T di Indonesia
Rabu, 27 April 2016 | 20:00 WIB
Jakarta - Produsen semen terbesar di Thailand, SCG, berhasil meraih omzet senilai US$ 103 juta atau setara Rp 1,39 triliun di Indonesia. Angka ini naik 18% dibanding periode sama tahun lalu.
"Perusahaan mencatatkan kenaikan pendapatan penjualan pada Kuartal 1-2016 sebesar 18% atau senilai US$ 103 juta. Kenaikan terutama berasal dari bisnis semen," kata Presiden dan CEO SCG Roongrote Rangsiyopash dalam keterangan resminya, Rabu (27/4).
Roongrote menjelaskan, kenaikan pendapatan tersebut sejalan dengan peningkatan aset SCG di Indonesia sebanyak 14% menjadi 18,03 triliun. Peningkatan pendapatan dan aset diperoleh salah satunya berkat mulai beroperasinya pabrik Semen Jawa milik perusahaan.
Dia mengungkapkan, pembangunan pabrik Semen Jawa telah selesai pada tahun lalu, dan operasi komersialnya dimulai pada Kuartal IV-2015. Pabrik yang menelan investasi sebesar US$ 356 juta ini, memiliki kapasitas produksi hingga 1,8 juta ton semen per tahun.
Selain pabrik Semen Jawa, lanjut Roongrate, pabrik SCG di Kamboja juga telah beroperasi secara komersial. Sementara itu, pabrik semen di Myanmar dan Laos diharapkan dapat memulai beroperasi masing-masing pada Kuartal III-2016 dan pertengahan 2017.
Secara keseluruhan, kata Roongrate, SCG mencatatkan pendapatan sebesar Rp 41,81 triliun (US$ 3,084 juta) pada kuartal I-2016, stagnan dibanding periode sama tahun lalu. Meski demikian, laba perusahaan mampu tumbuh 23% menjadi Rp 5,18 triliun (US$ 382 juta).
"Pertumbuhan laba sebesar 23% berkat kinerja yang baik dari bisnis kimia dan kemasan," ujar dia.
Khusus di kawasan Asean selain Thailand, menurut Roongrate, pihaknya mampu mencatat pertumbuhan penjualan sebanyak 21% menjadi Rp 4,78 triliun (US$ 353 juta). Angka itu setara dengan 11% dari total pendapatan penjualan SCG.
"Per 31 Maret 2016, total aset SCG senilai Rp 197,475 miliar (US$ 14,777 juta), sementara total aset SCG di Asean (selain Thailand) senilai Rp 41,911 triliun (US$ 3,136 juta), yang merupakan 21% dari total aset konsolidasi SCG," tambah dia.
Roongrote menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus berinvestasi di kawasan Asean. Pada kuartal I-2016, SCG telah berinvestasi lebih dari Rp 342 miliar (US$ 25 juta) untuk riset dan pengembangan (R&D), atau setara dengan 0,8% dari pendapatan penjualan. Tahun ini, SCG telah mengalokasikan 1% dari pendapatan penjualan untuk investasi pada R&D.
"SCG juga terus berdedikasi pada pengembangan produk dan layanan bernilai tambah tinggi (High Value Added/HVA), melalui hasil penelitian dari tim R&D SCG serta kolaborasi dengan institut riset terkemuka di Thailand dan dunia," ungkap dia.
Pada Kuartal I-2016, lanjut Roongrate, SCG mencatatkan pendapatan penjualan produk dan layanan HVA sebesar Rp 16,06 triliun (US$ 1,18 miliar). Angka ini naik 3% dibanding periode sama tahun lalu, dan berkontribusi sebesar 39% dari total pendapatan SCG.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




