ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

LPS: Bunga Deposito Berpeluang Terus Menurun

Selasa, 13 September 2016 | 21:22 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Ilustrasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) (Antara)

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan menyatakan peluang penurunan suku bunga deposito perbankan terbuka lebar di sisa tahun menyusul pemangkasan suku bunga penjaminan hingga 50 basis poin untuk periode 15 September 2016 hingga 15 Januari 2017.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah di Jakarta, Selasa (13/9), mengatakan selain turunnya suku bunga penjaminan, penurunan bunga acuan Bank Indonesia sebesar 100 basis poin yang sudah dilakukan sejak awal tahun juga akan membantu menurunkan suku bunga deposito perbankan.

"Saya kira masih akan turun, namun nominalnya mungkin tidak akan sebesar di awal tahun," kata Halim.

LPS pada Rapat Dewan Komisioner 9 September 2016 memangkas suku bunga penjaminannya dengan dosis yang signifikan sebesar 50 basis poin. Dengan demikian, bunga penjaminan simpanan rupiah di Bank Umum sebesar 6,25 persen dan 8,75 persen untuk Bank Perkreditan Rakyat.

ADVERTISEMENT

Sementara, bunga penjaminan simpanan valuta asing di Bank Umum dipertahankan sebesar 0,75 persen.

Penurunan bunga penjaminan atau LPS rate itu karena penurunan suku bunga simpanan yang signifikan sejak awal tahun.

Halim menjabarkan, secara umum kondisi suku bunga di pasar turun 83 basis poin menjadi 6,1 persen pada akhir Agustus 2016, dari Februari 2016 yang sebesar 6,94 persen.

Sementara penurunan suku bunga untuk valuta asing masih sangat terbatas sehingga LPS mempertahankan suku bunga penjaminan untuk simpanan valas.

Halim mengatakan besaran penurunan suku bunga deposito ke depan juga akan sangat bergantung pada kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Meskipun ruang penurunan bunga deposito terbuka lebar, Halim mengakui transmisi dari turunnya bunga deposito membutuhkan waktu lama untuk berdampak ke penurunan bunga kredit.

Dia memperkirakan penurunan bunga deposito yang dilakukan tahun ini membutuhkan enam bulan hingga satu tahun agar bisa efektif memangkas bunga kredit.

"Mungkin bank-bank masih terikat target laba di tahun ini, jadi mereka agak enggan menurunkan marginnya. Kalau mereka sudah melakukan perubahan Rencana Bisnis Bank dan sudah disetujui pemilik maka mereka akan melakukan perubahan," jelasnya.

Ruang penurunan suku bunga deposito maupun kredit juga seharusnya dimanfaatkan perbankan karena di sisa tahun kondisi likuiditas memadai.

Halim memperkirakan limpahan dana repatriasi dari kebijakan amnesti pajak akan melonggarkan kondisi likuiditas bank.

Namun, longgarnya likuiditas tersebut tidak dirasakan semua bank. Sebagian bank, terutama bank kecil, diperkirakan masih mengalami kesulitan likuiditas. Hal tersebut menggamabarkan terjadinya segmentasi likuiditas di industri perbankan.

"Bank yang memang memiliki masalah, bank yang sejak awal pengelolaan likuiditasnya kurang baik. Secara umum memang likuiditas memadai, namun secara masing-masing bank tergantung banknya," ujar dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

LPS Catat Dana Simpanan Masyarakat Naik Nyaris 10 Persen

LPS Catat Dana Simpanan Masyarakat Naik Nyaris 10 Persen

EKONOMI
Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal I 2026

Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal I 2026

MULTIMEDIA
Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

EKONOMI
OJK Cabut Izin 6 BPR pada Kuartal I 2026, Ini Daftarnya

OJK Cabut Izin 6 BPR pada Kuartal I 2026, Ini Daftarnya

EKONOMI
5 Bank Gulung Tikar di Indonesia dalam 3 Bulan, Simak Daftarnya

5 Bank Gulung Tikar di Indonesia dalam 3 Bulan, Simak Daftarnya

EKONOMI
Reorganisasi dan Persiapan Penjaminan Polis, LPS Lantik Sejumlah Pejabat Baru

Reorganisasi dan Persiapan Penjaminan Polis, LPS Lantik Sejumlah Pejabat Baru

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon