Penurunan Capping Bunga Gerus Pendapatan Bisnis Kartu Kredit
Selasa, 27 September 2016 | 22:24 WIB
Jakarta – Pendapatan bank dari bisnis kartu kredit berpotensi tergerus seiring rencana Bank Indonesia (BI) yang akan menurunkan batas atas bunga kartu kredit dari 2,95% menjadi 2,25% per bulan. Sementara itu, sekitar 60-65% portofolio kartu kredit industri perbankan adalah kredit revolver, yakni nasabah kartu kredit tidak langsung membayar lunas ketika tagihan jatuh tempo.
Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso menuturkan, penurunan batas atas maksimal bunga kartu kredit akan berdampak pada bisnis kartu kredit, terutama pendapatan bunga kartu kredit. Penurunan pendapatan dari bisnis kartu kredit akan terasa pada bank-bank yang profil nasabahnya mayoritas tidak langsung membayar secara lunas ketika tagihan jatuh tempo.
"Pengguna kartu kredit itu ada dua tipe, ada yang tipenya memang untuk transaksi. Jadi nasabahnya selalu bayar lunas ketika jatuh tempo. Lalu, ada pula yang kategori revolver atau membayar sebagian tagihan sebelum jatuh tempo, sehingga ada bunga yang dibayarkan. Saat ini, industri itu rata-rata 60-65% nasabah kartu kreditnya merupakan revolver, sehingga penurunan maksimal bunga kartu kredit tentu akan berdampak," ujar Santoso di Jakarta, Selasa (27/9).
Santoso menjelaskan, penurunan bunga maksimal kartu kredit akan berpengaruh pada pendapatan bunga kartu kredit. Penurunannya pun dapat mencapai 30%. Pendapatan bunga kartu kredit, selain dipengaruhi oleh bunga kartu kredit, dipengaruhi oleh transaksi atau outstanding kartu kredit. Saat ini, menurut Santoso, transaksi dan outstanding penyaluran kredit pada kartu kredit tercatat melemah.
Santoso sebelumnya memperkirakan, transaksi maupun oustanding kartu kredit secara industri hingga akhir tahun ini akan flat atau sama dengan transaksi dan outstanding kartu kredit pada tahun lalu.
"Penurunan capping bunga ini kalau dikatakan berat, tentu berat. Tapi kami berharap cost of fund-nya juga akan menurun. Dengan demikian, walaupun risiko naik, ini bisa mengompensasi pendapatan," terang dia.
Sementara itu, Direktur Perbankan Konsumer PT Bank CIMB Tbk Lani Darmawan mengatakan, penurunan batasan maksimal bunga sudah pasti akan menurunkan pendapatan secara industri. "Penurunan capping ini memang cukup berat untuk profitabilitas kartu kredit, karena turunnya cost of fund tidak sebesar penurunan capping bunga kartu kredit," terang dia.
Namun, Lani berharap penurunan capping bunga yang cukup besar akan membuat pengghnaan kartu kredit lebih bergairah, dan menaikkan porsi nasabah yang melakukan cicilan.
Berbeda dengan industri, Lani sebelumnya menjelaskan, pertumbuhan kartu kredit Bank CIMB Niaga hingga Agustus tercatat di kisaran 20%. Dia pun memperkirakan, hingga akhir tahun bisnis kartu kredit perseroan masih tumbuh di atas 20%.
Sinergi BCA-JCB
Sementara itu, untuk memperkuat bisnis penerbitan kartu kredit, BCA menandatangani kerja sama dengan PT JCB Internasional Indonesia pada 27 September 2016. Sinergi tersebut mencakup kerja sama penerbitan kartu kredit BCA-JCB dan pelaksanaan program promosi kartu.
Pemegang kartu kredit BCA-JCB akan mendapatkan penawaran menarik berupa rate kurs/nilai tukar yang kompetitif, program promo di jaringan merchant JCB yang tersebar di seluruh dunia, program promo Indonesia yang akan disesuaikan dengan behavior dari segmen affluent atau menengah ke atas, dan berbagai penawaran menarik. Selain dengan JCB, BCA telah melakukan kerja sama penerbitan kartu kredit dengan Visa dan MasterCard.
Hingga semester I-2016, BCA mengelola 2,85 juta kartu kredit dengan nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp 26 triliun, meningkat 6% (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Outstanding kartu kredit perseroan hingga semester pertama tahun ini tercatat tumbuh 6% (yoy) menjadi Rp 9,9 triliun, dengan rasio NPL di level 1,9%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




