ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penjualan Semen September 2016 Turun 3%

Senin, 10 Oktober 2016 | 20:05 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Ilustrasi semen.
Ilustrasi semen. (ANTARA/Rosa Panggabean/Rosa Panggabean)

Jakarta - Penjualan semen pada September 2016 turun 3,3% menjadi 5,64 juta ton dibanding bulan sama tahun lalu. Penurunan penjualan disebabkan turunnya kebutuhan semen di sektor perumahan dan apartemen.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengungkapkan, penjualan semen turun tajam, terutama di daerah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, sedangkan Indonesia timur yakni Sulawesi dan Maluku, dan Papua naik.

"Indonesia timur cukup bagus, namun tidak bisa mendongkrak persentasi kenaikan demand semen nasional, karena share Sulawesi dan Maluku dan Papua hanya sekitar 11% saja dari total kebutuhan semen Indonesia per tahunnya. Sementara itu, kebutuhan semen terbesar adalah di Jawa (55%) dan Sumatera (12%), di mana dua daerah tersebut mengalami penurunan permintaan," terang Widodo di Jakarta, Senin (10/10).

Berdasarkan data ASI, penjualan semen di pulau Jawa pada September 2016 sebesar 3,11 juta ton, turun 5% dibanding periode sama tahun lalu. Penurunan penjualan juga terjadi di pulau Sumatera sebesar 3,2% menjadi 1,22 juta ton dibanding September 2015, diikuti Kalimantan 4% menjadi 0,39 juta ton, dan Bali & Nusa Tenggara 3% menjadi 0,31 juta ton.

ADVERTISEMENT

Kenaikan terjadi di pulau Sulawesi sebesar 6,8% menjadi 0,49 juta ton dan Maluku serta Papua 10% menjadi 0,13 juta ton. Dengan demikian, total penjualan semen bulan lalu mencapai 5,64 juta ton, atau turun 3,3% dibanding September 2015.

"Melemahnya permintaan kemungkinan disebabkan turunnya kebutuhan perumahan masyarakat dan apartemen. Adapun proyek infrastruktur sudah berjalan sejak kuartal II-2016, namun belum bisa menutup kekurangan konsumsi dari sektor properti," terang Widodo.

Widodo mencatat, penjualan semen hingga September 2016 mencapai 44,71 juta ton. Jumlah itu naik 2,95% dibanding periode sama 2015.

"Kenaikan tersebut sangat menggelisahkan para produsen semen, mengingat mereka baru saja menyelesaikan proyek barunya dan sudah mulai komersial pada awal semester I-2016, seperti Semen Bosowa, Semen Tiga Roda, dan Semen Jawa. Sementara itu, Semen Padang dan Semen Indonesia dalam beberapa bulan lagi juga akan mulai mengoperasikan pabrik barunya," papar Widodo.

Dia menegaskan, penambahan kapasitas yang luar biasa dibanding dengan konsumsi yang sangat beda jauh ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang meringankan beban para podusen semen.

"Melihat realisasi konsumsi sampai dengan September kemarin, maka prediksi pertumbuhan sampai akhir tahun hanya sekitar 3-4% saja, atau setahun konsumsi hanya naik sekitar 2,5 juta ton per tahun, yang jauh dari kenaikan kapasitas produksinya," ungkap Widodo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Geely hingga Xiaomi Lampaui Target Penjualan Mobil China pada 2025

Geely hingga Xiaomi Lampaui Target Penjualan Mobil China pada 2025

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon