ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNI Kaji Turunkan Bunga Kredit Usaha Kecil

Jumat, 14 Oktober 2016 | 22:55 WIB
A
B
Penulis: Agustiyanti | Editor: B1
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (dua dari kiri), Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto,Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo (kanan) dan Direktur Bisnis Korporasi Herry Sidharta (kiri) disela memberikan paparan kinerja keuangan BNI kuartal II 2016 di Jakarta, Jumat 22 Juli 2016. Beritasatu Photo / Uthan A Rachim
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (dua dari kiri), Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto,Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo (kanan) dan Direktur Bisnis Korporasi Herry Sidharta (kiri) disela memberikan paparan kinerja keuangan BNI kuartal II 2016 di Jakarta, Jumat 22 Juli 2016. Beritasatu Photo / Uthan A Rachim (Beritasatu Photo / Uthan A Rachim/Uthan A Rachim)

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan melihat ruang penurunan suku bunga kredit lebih lanjut, pascakebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate). BNI menilai peluang penurunan bunga kredit di segmen usaha kecil.

Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo menuturkan, dalam menurunkan suku bunga kredit, pihaknya masih perlu memantau pergerakan suku bunga dana. Pasalnya, meski BI telah menurunkan bunga acuan, kondisi likuiditas akan sangat menentukan ruang pergerakan suku bunga dana yang mempengaruhi pergerakan suku bunga kredit.

"Kalau ruangnya memungkinkan, yang akan kami sesuaikan adalah kredit di segmen usaha kecil. Kalau korporasi itu lebih pada supply dan demand serta kedekatan dan pelayanan," ujar Rico di Jakarta, Kamis (13/10).

Rico menjelaskan, segmen usaha kecil diharapkan banyak mendorong perekonomian. Untuk itu, pihaknya pun lebih mengutamakan penurunan suku bunga pada segmen tersebut.

ADVERTISEMENT

Adapun ruang penurunan suku bunga kredit, menurut Rico, akan sangat bergantung pada kondisi likuiditas perbankan. Pasalnya, jika kondisi likuiditas lebih ketat, ruang penurunan biaya dana perbankan akan lebih terbatas, sehingga menyulitkan pihaknya untuk melakukan penyesuaian suku bunga kredit.

Sementara itu, biaya kredit mulai menurun seiring berhasilnya sejumlah restrukturisasi yang dilakukan perseroan. Saat ini, menurut dia, total kredit yang direstrukturisasi BNI turun dari sekitar 8% terhadap total portofolio kredit menjadi 7%.

Pada kuartal ketiga tahun ini, biaya kredit BNI tercatat turun ke level 2,4% dari periode sama tahun lalu sebesar 2,8%, dan dibandingkan periode Juni 2016 yang sebesar 2,7%. Biaya kredit BNI akan semakin menurun hingga akhir tahun ini. "Biaya kredit ini berpengaruh pada penurunan premi risiko, tapi bukan satu-satunya komponen untuk menurunkan bunga karena kami juga harus melihat biaya dana," terang dia.

Berdasarkan data suku bunga dasar kredit (SBDK) BNI per 30 September 2016, suku bunga pada kredit korporasi sebesar 10,25%, kredit ritel 9,95%, bunga KPR 10,50%, dan bunga kredit konsumsi non-KPR sebesar 12,50%.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon