Menperin Airlangga: Industri Semen Nasional Belum Maksimal
Kamis, 20 Oktober 2016 | 20:49 WIB
Bogor - Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengatakan industri semen nasional tahun 2016 belum maksimal. Namun, demikian ia optimistis penjualan semen akan meningkat seiring banyaknya proyek pengerjaan infrastruktur pemerintah di daerah-daerah.
Airlangga menuturkan, kondisi yang cukup sulit, mengingat pertumbuhan penjualan semen bulan Januari sampai September 2016 dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, hanya meningkat sebesar 3,8%. Namun dengan dimulainya proyek percepatan infrastruktur kondisi di masa depan akan semakin cerah dengan laju pertumbuhan yang cukup baik.
"Pertumbuhan positif terhadap industri semen tentunya membutuhkan sinergi antara Pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif,"ungkapnya saat peresmian pabrik baru Plant 14 di Citeurep, Kabupaten Bogor, Kamis (20/10).
Dalam sambutannya, Airlangga juga berpesan bahwa dengan berdirinya pabrik ke 14 dengan kapasitas produksi PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk sebanyak 18 juta ton semen/tahun tentu akan menambah kapasitas produksi semen nasional. Diharapkan ini akan mampu mendukung kebutuhan dan pasok semen secara signifikan.
Peningkatan kapasitas produksi semen secara nasional akan sejalan dengan program percepatan pembangunan infrastruktur terpadu yang telah dicanangkan Pemerintah.
"Kapasitas produksi yang besar saat ini untuk pemenuhan semen dalam negeri juga berpotensi untuk meningkatkan dan memperluas pasar ekspor, maka dalam memperlancar jalur distribusi, upaya yang dilakukan PT Indocement, dengan membangun grinding plant, packing plant, batching plant dan sarana gudang penyimpanan lainnya terutama di luar pulau Jawa sangat membantu mengurangi biaya logistik, yang pada akhirnya akan mendukung ketersedian semen merata di indonesia,"katanya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Indocement Chistian Kartawijaya mengatakan, guna menunjang pengiriman semen-semen ke seluruh Indonesia, PT Indocement berencana membuat terminal penampung di Kalimatan, Sumatera, Papua.
"Sejauh ini memang penjualan terbanyak masih di Jawa, ke depan memang prioritas pembangunan berada di Indonesia bagian timur. Untuk itu, kami berencana membuat terminal penampung distribusi," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




