Ekspor Alas Kaki Diprediksi Gagal Capai Target
Selasa, 8 November 2016 | 21:47 WIB
Jakarta - Ekspor alas kaki 2016 diprediksi gagal mencapai target sebesar US$ 5 miliar (Rp 65,34 triliun). Kondisi global yang tidak kondusif membuat order dari luar negeri tidak sebagus yang diharapkan.
"Dari data kami, ekspor sampai September 2016 baru US$ 4,2 miliar. Saya rasa akan sulit mencapai US$ 5 miliar. Kemungkinan ditutup di angka US$ 4,7-4,8 miliar," kata Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko kepada Investor Daily, belum lama ini.
Eddy mengungkapkan, kondisi ekonomi politik tidak kondusif di Eropa memengaruhi ekspor alas kaki Indonesia ke kawasan tersebut. Padahal, Eropa merupakan pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia setelah Amerika.
"Ekspor kita ke Eropa mencapai 27% dari total ekspor alas kaki nasional. Terlalu banyak masalah di sana, jadi kita sudah mencapai target," ujar dia.
Selain itu, kata dia, produk alas kaki Indonesia harus bersaing lebih ketat dibanding produk sejenis dari negara lain seperti Vietnam dan Myanmar. "Di sana pemerintahnya sangat mendukung, dan sepanjang tahun hampir tidak ada kenaikan macam-macam. Sementara di sini upah buruh tiap tahunnya pasti naik, dan beban-beban lainnya," jelas dia.
Hal itu pula, menurut Eddy, yang membuat produsen alas kaki dalam negeri kesulitan dalam menjual produknya ke luar. "Kalau tempat lain harganya tidak naik, buyer juga tidak mau menaikkan harga. Jadi, banyak pengusaha yang belum berani mengambil order," terang dia.
Meski susah menembus US$ 5 miliar, Eddy berharap, ekspor alas kaki tahun ini masih bisa tumbuh 5% dari tahun lalu US$ 4,5 miliar. Order diperkirakan masih didominasi dari Amerika sekitar 31%, disusul Eropa 27%, dan sisanya terbagi ke pasar-pasar seperti Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




