Kuartal I, Laba SCG Naik Capai Rp 6,5 Triliun
Selasa, 9 Mei 2017 | 18:47 WIB
Bangkok- Produsen semen asal Thailand, Siam Cement Group (SCG) hingga kuartal pertama 2017 (unaudit) mencatat peningkatan laba 29 persen mencapai Rp 6,572 triliun (US$ 495 juta), dari kuartal I-2016 yang dikontribusikan sektor bisnis kimia. Sementara pendapatan penjualan naik 6 persen menjadi Rp 43,951 triliun (US$ 3,311 miliar) dari periode yang sama tahun lalu. Sebagai tambahan, pendapatan ekspor menyumbang 27 persen dari total pendapatan SCG sebesar Rp 11,735 triliun atau (US$ 884 juta).
"Membaiknya performa kinerje perseroan didorong bisnis kimia serta keuntungan non-recurring dari penjualan aset investasi dan aset tak terpakai (non-used)," kata President dan CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/5).
Selain itu, investasi menguntungkan dengan berberapa mitra di Vietnam terkait pembangunan kawasan petrokimia pertama diharapkan dapat meningkatkan daya saing guna mendukung pertumbuhan bisnis di ASEAN.
Di sisi lain, pabrik semen di Laos dan Myanmar telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pada sektor konstruksi. SCG baru-baru ini juga menanamkan investasi pada pabrik semen dan bisnis kemasan (packaging) di Vietnam dan Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka merespon pertumbuhan pasar barang konsumsi (consumer goods) di Thailand dan ASEAN yang turut mendorong permintaan produk kemasan.
Untuk operasional SCG di ASEAN (kecuali Thailand), pendapatan penjualan pada kuartal pertama 2017 berhasil tumbuh 15 persen (y-o-y) mencapai Rp 5,476 triliun (US$ 413 juta), yaitu 13 persen dari total pendapatan SCG atas penjualan.
Hingga Maret 2017, total aset SCG mencapai Rp 216,344 triliun (US$ 16,008 miliar), sementara total aset SCG di ASEAN (kecuali Thailand) mencapai Rp 52,778 triliun (US$ 3,905 miliar), yaitu 24 persen dari total aset konsolidasi.
Hingga kuartal I tahun 2017, SCG di Indonesia memiliki total aset sebesar Rp 18,024 triliun (US$ 1,334 miliar) atau naik 3 persen (y-o-y) dari periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga mencatatkan pendapatan atas penjualan sebesar Rp 1,346 triliun (US$ 101 juta) atau turun 4 persen (y-o-y).
Lebih lanjut untuk Indonesia, SCG baru saja mengakuisisi 80 persen saham produsen produk kemasan (corrugated containers) PT Indocorr Packaging Cikarang (Indocorr), untuk memperluas bisnis kemasan (packaging) di Indonesia senilai Rp 145 miliar (US$ 10,9 juta). Kapasitas produksi Indocorr mencapai 32.000 ton per tahun, Dengan akusisi ini, akan meningkatkan kapasitas produksi gabungan corrugated containers SCG hingga 1.045.000 ton per tahun untuk seluruh ASEAN.
"Investasi SCG di ASEAN sejalan dengan visi perusahaan, termasuk investasi di PT Indocorr Packaging Cikarang (Indocorr), guna memperluas bisnis kemasan di Indonesia. SCG juga investasi pada bisnis kimia serta bisnis semen dan bahan bangunan di berbagai negara di ASEAN," kata dia.
Untuk bisnis semen dan bahan bangunan, SCG telah mengakuisi Vietnam Construction Materials JSC (VCM) dengan kapasitas produksi 3,1 juta ton per tahun. Pada kuartal ini, pabrik semen Myanmar telah mulai beroperasi sejak Januari 2017, sementara pabrik semen di Laos memulai beroperasi di bulan Maret.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




