ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PPP Ingatkan Ketimpangan Ekonomi pada Jokowi

Jumat, 21 Juli 2017 | 22:39 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy memberikan keterangan kepada jurnalis usai penutupan Mukernas ke-II PPP di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, 21 Juli 2017.
Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy memberikan keterangan kepada jurnalis usai penutupan Mukernas ke-II PPP di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, 21 Juli 2017. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri penutupan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Mercure, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara pada Jumat (21/7).

Di acara itu, PPP mengingatkan Jokowi untuk memperhatikan masalah kesenjangan atau ketimpangan ekonomi kelas atas dengan kelas menengah dan kelas bawah.

"Di Indonesia ini 1 persen orang terkaya menguasai 49,3 persen kekayaan nasional, selain itu dari data BPS (Badan Pusat Statistik) jumlah orang miskin ada sebanyak 27,77 juta atau sama banyaknya bila dengan jumlah warga negara tetangga Malaysia," ujar Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, di Krakatau Ballroom, Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7).

Ia menyebutkan dari segi penguasaan lahan, setiap orang dari 38,97 juta petani di Indonesia rata-rata hanya menguasai kurang dari 0,2 hektare lahan persawahan.

ADVERTISEMENT

"Masalah ketimpangan ekonomi ini harus dibuat lebih merata. Jangan kekayaan itu hanya bertumbuh di antara orang-orang kaya saja. Alquan tidak anti pada kekayaan, tapi jangan monopoli pada satu kelompok tertentu saja," tambah Romahurmuziy.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan generasi muda saat ini bisa mengurangi ketimpangan sosial dengan mengikuti masa transisi dan kemajuan teknologi. "Di era kompetisi ini, inovasi dan jiwa entrepreneurship harus dimiliki oleh masyarakat kita. Perubahan yang baik bisa diserap, namun jangan sampai terbawa arus yang tidak baik," kata Jokowi.

Perihal pemerataan ekonomi, Jokowi menyebutkan pihaknya sudah melakukan distribusi aset tanah di Indonesia.

"Satu orang warga miskin atau ada yang dapat seribu ada yang dapat 50.000 hektar ya boleh, kalau UU membolehkan. Saya tidak pernah memberikan satu hektare siapa pun seperti yang disebutkan selama ini, saya berhati-hati dalam masalah ini," tambah Jokowi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mardiono Minta Kader PPP Solid Hadapi Pemilu 2029

Mardiono Minta Kader PPP Solid Hadapi Pemilu 2029

NASIONAL
DPRD Lebak Bongkar Dugaan Nepotisme Bansos

DPRD Lebak Bongkar Dugaan Nepotisme Bansos

BANTEN
Anggota DPRD Banten Kecam Sumpah Injak Al-Qur’an di Lebak

Anggota DPRD Banten Kecam Sumpah Injak Al-Qur’an di Lebak

BANTEN
Isu Politik-Hukum Terkini: Sinyal PPP Dukung Prabowo 2 Periode

Isu Politik-Hukum Terkini: Sinyal PPP Dukung Prabowo 2 Periode

NASIONAL
Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

NASIONAL
Mardiono Targetkan PPP Kembali ke Senayan pada Pemilu 2029

Mardiono Targetkan PPP Kembali ke Senayan pada Pemilu 2029

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon