Kerek Utilisasi, Industri Semen Diminta Genjot Ekspor
Rabu, 9 Agustus 2017 | 20:29 WIB
Jakarta - Industri semen harus mulai menggenjot ekspor untuk menaikkan pemanfaatan kapasitas produksi terpasang (utilisasi). Sebab, saat ini, industri semen dalam negeri kelebihan pasokan, sehingga utilisasi tidak maksimal.
"Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ekspor semen bisa mencapai 10 juta ton per tahun dalam lima tahun mendatang," ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperiin Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Rabu (9/8).
Dia mengatakan, saat ini, mayoritas perusahaan semen masih fokus ke pasar domestik. Padahal, permintaan domestik tengah menurun.
Dia mencatat, ekspor semen selama semester I-2017 mencapai 1,135 juta ton, naik 74% dibandingkan periode sama tahun lalu 652 ribu ton. Meski demikian, kenaikan tersebut belum bisa menaikkan utilisasi, karena volume masih rendah.
Pasar ekspor, kata dia, juga masih sangat terbatas, yakni di kawasan Asean, seperti Filipina, Bangladesh, dan Timor Leste. Oleh sebab itu, industri harus memperluas pasar ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Australia.
"Kalau bisa ekspor 10 juta ton, bisa lumayan mendongrak utilisasi. Saat ini, kelebihan suplai industri semen sekitar 20 juta. Jadi, kalau bisa setengahnya diekspor, akan lumayan," kata Sigit.
Data Kemenperin menyebutkan, kapasitas industri semen tahun ini diproyeksikan naik menjadi 100 juta ton dari tahun lalu 93,9 juta ton.Tahun lalu, utilisasi industri semen mencapai 79%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




