Pupuk Indonesia Dorong Distributor Jamin Ketersediaan Stok
Jumat, 17 November 2017 | 21:13 WIB
Bandung - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong distributor dan pengecer untuk menjamin ketersediaan stok pupuk dalam pemenuhan kebutuhan di masa musim tanam.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi mengatakan distributor dan pengecer wajib melaksanakan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai prinsip enam tepat. "Kami mendorong mereka untuk memenuhi kebutuhan pupuk di masa tanam secara tepat dan benar," kata Aas dalam acara Temu Distributor se-Jawa Barat dan Banten di Bandung, Jumat (17/11).
Aas menjelaskan, pupuk merupakan salah satu sarana yang menentukan produktivitas komoditas pertanian sekaligus berperan menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. "Ketersediaan, kualitas, keterjangkauan dan keandalan pupuk harus tetap menjadi prioritas untuk mencapai target produksi," jelasnya.
Dalam pemenuhan pupuk menghadapi musim tanam, Aas berpesan untuk memperhatikan peraturan dan ketentuan. "Distributor wajib menjaga ketersediaan stok minimal sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian," katanya.
Aas menambahkan, Pupuk Indonesia terus memantau ketat pendistribusian pupuk bersubsidi dari tingkat distributor hingga pengecer guna menghindari penyelewengan. "Kami terus meningkatkan pengawasan untuk memastikan penyaluran pupuk sampai hingga petani," katanya.
PT Pupuk Indonesia (Persero) sampai 10 November 2017 telah menyalurkan pupuk untuk sektor tanaman pangan secara nasional sebesar 7.437.122 ton. Perinciannya urea sebesar 3.292.064 ton, NPK sebesar 2.054.424 ton, SP-36 sebesar 710.233 ton, ZA sebesar 827.914 ton dan organik sebesar 552.498 ton.
Untuk Provinsi Jawa Barat, sampai 10 November 2017, Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 413.253 ton dari alokasi 2017 sebesar 532.860 ton, NPK 251.249 ton, SP-36 sebesar 137.463 ton, ZA sebesar 55.982 ton dan Organik sebesar 33.815 ton. Sedangkan Provinsi Banten, urea sejumlah 47.635 ton, NPK sebesar 22.436 ton, SP-36 sebesar 16.350 ton, ZA sebesar 907 ton dan organik sebesar 3.561 ton.
Untuk memperlancar pendistribusian, Pupuk Indonesia saat ini diperkuat oleh 1.286 distributor dan 39.825 kios yang tersebar di Indonesia. "Kami juga memperkuat jaringan kios dan distributor untuk mendekatkan produk kami kepada petani," kata tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




