ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ESDM Bagikan Lampu Surya di Asmat dan Jayawijaya

Minggu, 18 Februari 2018 | 13:59 WIB
RP
WP
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: WBP
Ilustrasi listrik masuk desa.
Ilustrasi listrik masuk desa. (Antara)

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) bagi masyarakat di Kabupaten Asmat dan Kabupaten Jayawijaya, Papua pada 16 Februari kemarin. Secara simbolis diserahkan empat unit LTSHE kepada empat Kepala Kampung Kabupaten Asmat, yaitu Kampung Pulau Tiga, Kampung See, Kampung Obaa dan Kampung Suru-Suru. LTSHE juga diserahkan secara simbolis kepada tiga perwakilan dari desa Aoap dan Aou.

Sedangkan LTSHE untuk Kabupaten Jayawijaya diserahkan kepada tiga perwakilan dari Distrik Bulakme pada 15 Februari. Total LTSHE yang diserahkan untuk Kabupaten Jayawijaya sejumlah 4.818 unit yang tersebar di 18 distrik dan 134 desa. Jumlah unit terpasang sebanyak 3.874 unit dan belum terpasang sebanyak 944 unit.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan Kabupaten Asmat memperoleh 922 unit LTSHE untuk 8 distrik dan 15 desa. Anggarannya berasal dari dana APBN tahun 2017. "Pemasangan LTSHE ini belum sepenuhnya terlaksana karena lokasi desa yang terletak di wilayah pedalaman dan terpelosok yang harus dijangkau melalui perjalanan laut atau sungai," kata Rida dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/2).

Rida menjelaskan program LTSHE merupakan program pra-elektrifikasi, karena merupakan nyala lampu bukan listrik. LTSHE dibagikan terlebih dahulu sambil menunggu jaringan listrik dari PLN masuk. "Kita tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama merasakan akses penerangan berupa lampu, maka LTSHE ini dibagikan, agar bermanfaat terutama untuk anak sekolah di malam hari," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan yang sama, Bupati Asmat, Elias Kambu, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan dan penyerahan LTSHE ini. Dia juga mengusulkan untuk dibangun PLTS terpusat di Asmat. Di Asmat sendiri sudah terbangun PLTS. Namun dirasakan tidak efektif melihat banyak PLTS yang tidak berfungsi karena rusak (kurangnya perawatan) dan ada beberapa alat yang hilang karena dicuri. Oleh karena itu, diusulkan PLTS terpusat agar lebih mudah mengawasi dan merawatnya.

Nantinya akan disiapkan satu atau dua orang masyarakat kampung yang akan bertugas sebagai operator untuk merawat dan menjaga PLTS terpusat dimaksud.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Komisi XII DPR Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

Komisi XII DPR Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

EKONOMI
Ketergantungan Impor LPG RI Tembus 83,97 Persen pada 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Tembus 83,97 Persen pada 2026

EKONOMI
5 Strategi ESDM Jaga Pasokan Minyak dan Gas di Tengah Gejolak Global

5 Strategi ESDM Jaga Pasokan Minyak dan Gas di Tengah Gejolak Global

EKONOMI
Evaluasi Infrastruktur Penting untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Evaluasi Infrastruktur Penting untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

OTOTEKNO
Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat BBM, Stok Energi Tetap Aman

Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat BBM, Stok Energi Tetap Aman

EKONOMI
Harga Minyak Bergejolak, Bahlil Pastikan APBN Kuat Jaga BBM

Harga Minyak Bergejolak, Bahlil Pastikan APBN Kuat Jaga BBM

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon