ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor Kulit, Alas Kaki dan Pakaian Jadi Ditargetkan US$ 5,89 M

Kamis, 3 Mei 2018 | 14:59 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Pameran Indo Leather and Footwear (ILF) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Kamis 3 Mei 2018.
Pameran Indo Leather and Footwear (ILF) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Kamis 3 Mei 2018. (Beritasatu Photo/Whisnu Bagus)

Jakarta- Pemerintah pada tahun 2018 menargetkan ekspor kulit, barang jadi kulit, industri alas kaki dan pakaian jadi tumbuh 10 persen mencapai US$ 5,89 miliar dibandingkan realisasi ekspor 2017 sebesar US$ 5,36 miliar.

"Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035, sektor ini merupakan industri strategis sekaligus menjadi prioritas untuk dikembangkan," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemperin) Gati Wibawaningsih kepada Beritasatu.com, di sela pembukaan pameran Indo Leather and Footwear (ILF) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/5).

Gati mengatakan untuk mencapai target 2018 industri dituntut meningkatkan daya saing, baik melalui peningkatan kualitas ataupun standar produk yang dipersyaratkan oleh buyers dengan didukung sistem manajemen produksi yang efisien. "Diharapkan produk Indonesia akan terus dapat bersaing dikancah pasar global," kata Gati.

Berdasarkan data Trade Map, ekspor kulit, barang jadi kulit dan alas kaki, pada tahun 2017 tumbuh 6,53 persen menjadi US$ 5,36 miliar, dari US$ 5,01 miliar pada 2016.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, kenaikan ini memberikan harapan besar bagi para pelaku industri alas kaki dan barang dari kulit. Apalagi peningkatan ekspor Indonesia melebihi pertumbuhan ekspor dunia yang hanya sebesar 0,19 persen. "Ini menunjukkan industri kulit, barang jadi kulit dan alas kaki Indonesia memiliki kekuatan daya saing di atas rata-rata dunia," ucapnya

Saat ini IKM alas kaki di Indonesia mencapai kurang lebih 32.562 IKM dengan sebaran tenaga kerja sebanyak 113.907. Dalam periode lima tahun (2012 – 2016) terjadi peningkatan konsumsi per kapita masyarakat Indonesia terhadap alas kaki yang semula hanya 1,8 pasang menjadi 3,3 pasang per tahun. "Artinya rata-rata kebutuhan sepatu orang Indonesia lebih dari 3 pasang per tahun, dan di masa mendatang konsumsi alas kaki akan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan daya beli," jelas Gati.

Secara makro pertumbuhan industri kulit, barang jadi kulit dan alas kaki berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tumbuh sebesar 8,51 persen di tahun 2016. Dilihat dari kontribusinya, sektor ini menyumbang produk domesti bruto (PDB) nasional sebesar 1,56 persen pada tahun 2016 dari sektor nonmigas.

Berdasarkan World Footwear Market 2016, Asia masih mendominasi 87 persen produksi alas kaki dunia, dan Indonesia pada posisi ke-4 dengan total produksi 1 miliar pasang atau sekitar 4,4 persen kontribusi produksi alas kaki dunia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Peringkat 6 Dunia, Ekspor Sepatu Indonesia Tembus US$ 3,77 Miliar

Peringkat 6 Dunia, Ekspor Sepatu Indonesia Tembus US$ 3,77 Miliar

EKONOMI
Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor 8.800 Alas Kaki ke Kuwait

Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor 8.800 Alas Kaki ke Kuwait

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon