Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor 8.800 Alas Kaki ke Kuwait
Selasa, 3 Juni 2025 | 23:06 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso secara resmi melepas ekspor ribuan produk alas kaki hasil produksi UMKM ke Kuwait, Selasa (3/6/2025). Produk-produk tersebut merupakan hasil binaan CV Rumah Jedidah dan dikirim melalui kawasan pergudangan Margomulyo Permai, Surabaya.
Pantauan Beritasatu.com, ekspor dilakukan menggunakan satu truk kontainer berisi 8.800 pasang alas kaki, terdiri atas beragam model sepatu dan sandal. Seluruh produk akan dipasarkan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di negara teluk tersebut.
Produk yang diproduksi oleh para pengrajin dari Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, dan berbagai daerah lain di Jawa Timur ini mendapat apresiasi langsung dari Mendag Budi Santoso. Ia bahkan mencoba langsung produk-produk tersebut dan menilai kualitasnya sangat baik meski dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp 55.000 hingga Rp 65.000.
“Saya lihat harganya murah, tetapi kualitasnya bagus. Sepatu hanya Rp 50.000-an, tetapi tidak kalah dari produk luar negeri, seperti dari China,” ujar Budi.
Politikus tersebut juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah fokus membina UMKM untuk berani ekspor melalui program UMKM BISA (berani inovasi siap adaptasi) Ekspor.
Menurutnya, sejak Mei 2025, sebanyak 466 UMKM telah mengikuti program business matching yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan. Program ini menghubungkan UMKM Indonesia dengan mitra dagang dari 33 negara, melalui peran aktif Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
“Hingga Mei 2025, transaksi dari program ini sudah mencapai USD 68,61 juta, atau lebih dari Rp 1 triliun,” ungkap Budi.
Ia menegaskan pentingnya kualitas produk UMKM agar bisa bersaing di pasar domestik maupun global. Pemerintah akan menyediakan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Sementara itu, pemilik CV Rumah Jedidah, Daniel Oktavianus, menjelaskan, ekspor kali ini bernilai sekitar USD 38.000. Pihaknya saat ini membina sekitar 50 home industry, dengan total melibatkan sekitar 1.000 perajin lokal.
“Kami tanggung semua dari material hingga gaji karyawan. Mereka tinggal fokus bekerja, dan kami pastikan hasilnya sesuai standar ekspor,” kata Daniel.
Daniel juga mengungkapkan bahwa ekspor ke Kuwait ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya berhasil menembus pasar Timor Leste dan Libya.
“Kami ingin lebih banyak menggandeng UMKM perajin alas kaki agar berani ekspor. Jangan minder dengan produk luar. Produk kita handmade, bukan produksi mesin seperti di luar negeri,” tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




