ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Survei: Para CEO Indonesia Khawatirkan Ancaman Siber

Jumat, 8 Juni 2018 | 18:44 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Istimewa)

Jakarta - Para pemimpin perusahaan atau chief executive officer (CEO) di Indonesia berpendapat bahwa ancaman siber masih menjadi risiko terbesar dalam bisnis.

Menurut hasil survei lembaga riset KPMG Indonesia, 30% CEO di Indonesia meyakini bahwa pertanyaan tentang serangan siber bukan lagi soal "jika", tetapi sudah "kapan".

Sementara itu 70% CEO mengatakan mereka sudah siap menghadapi serangan siber dan yakin bisa membendung serangan di operasi-operasi yang strategis. Sekitar 80% mengatakan yakin bisa mendeteksi serangan siber.

Semua CEO Indonesia setuju bahwa risiko keamanan siber sangat erat kaitannya dengan reputasi dan risiko brand mereka.

ADVERTISEMENT

"Diskusi tentang keamanan siber sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu," kata CEO KPMG Siddharta Advisory Irwan Djaja dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Jumat (8/6).

"Para CEO Indonesia yang saya ajak bicara mengakui bahwa keamanan siber perlu dimasukkan dalam agenda mereka, karena ini bukan cuma persoalan TI saja."

Sementara untuk masalah inovasi dan pertumbuhan bisnis, separuh dari para CEO Indonesia berminat untuk bergabung dengan kelompok industri yang fokus pada teknologi inovasi.

Meskipun para CEO sangat yakin akan pertumbuhan bisnis mereka (80% sangat yakin, 10% yakin), namun mereka berpendapat dalam tiga tahun ke depan pertumbuhan itu masih akan relatif rendah.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon