ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menhub Jadikan Selayar Percontohan Angkutan Penyeberangan

Senin, 13 Agustus 2018 | 19:25 WIB
TD
FH
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: FER
Budi Karya Sumadi.
Budi Karya Sumadi. (Antara)

Selayar - Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan menjadikan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai proyek percontohan angkutan penyeberangan yang ideal serta dapat menyejahterakan penduduk setempat.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk menjadikan Selayar sebagai proyek percontohan angkutan penyeberangan yang baik, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya, memberikan pelatihan peningkatan keselamatan pelayaran kepada komunitas pelaut setempat.

"Keselamatan adalah salah satu hal yang utama. Untuk itu, Kemhub memberikan komitmen bahwa satu perubahan pengelolaan kapal roll on roll off (roro) di daerah pinggir dan terluar itu akan ada di Selayar. Apa yang kita lakukan jelas menjadi suatu standar baru bagi pengelolaan yang lebih good governance, berorientasi pada keselamatan," kata Budi, Senin (13/8).

Menurut Budi, pihaknya mendidik masyarakat setempat yang akan mengelola, yang bekerja di pelabuhan dan kapal, dengan satu dasar pelatihan tentang keselamatan dan bagaimana mereka mempelajari penegakkan hukum untuk menjalani ketentuan-ketentuan yang digariskan Undang-undang (UU).

ADVERTISEMENT

Pelatihan peningkatan keselamatan pelayaran, terang Budi, tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang tergabung pada komunitas pelayaran rakyat, tetapi juga kepada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tujuannya agar pelajar tersebut mendapatkan pelatihan praktis serta mendapatkan sertifikat.

Lebih lanjut, Menhub juga mengatakan, pihaknya akan meminta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) ataupun lembaga lainnya untuk melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap kapal-kapal. "Yang kedua, kapal-kapal tersebut harus sesuai dengan keselamatan. Kita akan terjunkan baik BKI atau lembaga lain untuk meneliti kapal," ujar Budi Karya.

Terkait pelabuhan, kata Budi Karya, pihaknya meminta pelabuhan yang sudah dibangun dan diperbaiki dapat dikelola dengan baik.

"Untuk itu, kita mendidik agar mereka bisa mengelola pelabuhan dengan baik. Selanjutnya adalah pengoperasian kapal dengan benar, ada daftar penumpang, tidak melampaui jumlahnya serta menggunakan life jacket. Ketentuan tersebut harus dijalani. Sesudah Selayar, akan kita lakukan pelatihan di berbagai tempat di seluruh Indonesia," tutup Budi Karya.

Sebagai informasi, pelatihan peningkatan keselamatan pelayaran di Selayar, dilaksanakan selama empat hari pada tanggal 13-16 Agustus 2018. Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pengarahan dan materi terkait peningkatkan implementasi keselamatan pengoperasian kapal dan keselamatan pelayaran.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon