BI Siapkan Kebijakan Valas
Kamis, 31 Mei 2012 | 02:46 WIB
BI optimistis kebijakan instrumen Term Deposit valas akan membantu pasokan valas ke pasar domestik.
Dalam rangka menambah pasokan valuta asing (valas) dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia (BI) menyatakan masih memiliki kebijakan lanjutan dari pengadaan Term Deposit (TD) valas.
“Rangkaian kebijakan berikutnya akan keluar terkait penguatan pasar uang dan operasi moneter. TD valas itu baru satu dari yang berikutnya,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (30/5).
BI tidak menjelaskan apa saja kebijakan yang disiapkan nantinya. BI optimistis kebijakan instrumen TD valas akan membantu pasokan valas ke pasar domestik. Kebijakan tersebut juga terkait dengan kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE) masuk ke perbankan domestik.
“Ini bukan karena respon reaktif dari pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini. Kami ‘kan ada kebijakan DHE, yang perlu fasilitas atau outlet pendukung di pasar valas,” kata Dody.
Terkait volatilitas nilai tukar rupiah, BI tetap masuk ke pasar untuk melakukan intervensi. Namun, dari sisi operasi moneter yang termasuk stabilisasi rupiah, TD akan membantu bank sentral karena pasokan valas bertambah.
“Ini bisa membantu, jadi kami tidak lagi menggunakan cadangan devisa terus-menerus, walaupun kami masih akan tetap masuk ke pasar untuk intervensi,” kata Dody.
Dalam rangka menambah pasokan valuta asing (valas) dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia (BI) menyatakan masih memiliki kebijakan lanjutan dari pengadaan Term Deposit (TD) valas.
“Rangkaian kebijakan berikutnya akan keluar terkait penguatan pasar uang dan operasi moneter. TD valas itu baru satu dari yang berikutnya,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (30/5).
BI tidak menjelaskan apa saja kebijakan yang disiapkan nantinya. BI optimistis kebijakan instrumen TD valas akan membantu pasokan valas ke pasar domestik. Kebijakan tersebut juga terkait dengan kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE) masuk ke perbankan domestik.
“Ini bukan karena respon reaktif dari pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini. Kami ‘kan ada kebijakan DHE, yang perlu fasilitas atau outlet pendukung di pasar valas,” kata Dody.
Terkait volatilitas nilai tukar rupiah, BI tetap masuk ke pasar untuk melakukan intervensi. Namun, dari sisi operasi moneter yang termasuk stabilisasi rupiah, TD akan membantu bank sentral karena pasokan valas bertambah.
“Ini bisa membantu, jadi kami tidak lagi menggunakan cadangan devisa terus-menerus, walaupun kami masih akan tetap masuk ke pasar untuk intervensi,” kata Dody.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




