BI Proyeksi Inflasi Oktober 0,12% karena Harga BBM
Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:54 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memerkirakan inflasi bulan Oktober 2018 sebesar 0,12 persen atau meningkat dibanding September 2018 karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax.
"Meskipun naik dibanding September 2018, BI melihat laju inflasi Januari hingga Oktober 2018 masih rendah dan terkendali sesuai sasaran, sehingga akhir tahun inflasi tahunan akan akan di bawah 3,5 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (19/10).
Kenaikan harga BBM non-subsidi pertengahan Oktober 2018 ini menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen. Selain harga BBM, inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga pangan cabai merah. Di sisi lain, harga bahan pangan lainnya seperti bawang merah dan daging ayam ras masih deflasi. "Perkiraan ini mengonfirmasi perkiraan sebelumnya bahwa di akhir tahun secara keseluruhan 2018 akan berada di bawah 3,5 persen," kata Perry.
Jika perkiraan inflasi bulanan Oktober 2018 sebesar 0,12 persen, maka inflasi tahunan di bulan kesepuluh ini adalah 3,0 persen.
Otoritas moneter ini memiliki proyeksi inflasi tahunan hingga akhir tahun akan sebesar 3,4 persen. "Inflasi masih terkendali, tetap rendah. Akhir tahun ini akan di bawah 3,5 persen," ujar Perry.
Meskipun inflasi di bulan kesepuluh terbilang rendah, terjadi tekanan pada pergerakkan harga dibanding September 2018. Pada bulan lalu, terjadi deflasi sebesar 0,18 persen.
BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur Oktober 2018 pada 22-23 Oktober mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




