ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mimika harapkan tol laut 2019 segera terealisasi

Selasa, 5 Maret 2019 | 11:21 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Tiga Kapal Pendukung Tol Laut.
Tiga Kapal Pendukung Tol Laut. (Antara/M Risyal Hidayat)

Timika, Beritasatu.com- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua, mengharapkan program tol laut 2019 segera terealisasi. Program tahun ini belum terealisasi karena keterlambatan proses penentuan pemenang lelang di Jakarta.

"Kami mendapat informasi bahwa PT Pelni ditunjuk lagi untuk menangani program tol laut ke Timika karena mereka sudah memiliki tambahan armada kapal. Kami berharap ini segera direalisasikan mengingat program ini membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," kata Sekretaris Disperindag Mimika Inocentius Yoga Pribadi di Timika, Selasa (5/3/2019).

Inocentius Yoga Pribadi menjelaskan pada 2016-2017, program tol laut ke Timika (Pelabuhan Paumako) ditangani PT Pelni. Kehadiran kapal tol laut saat itu dengan rute sebulan sekali dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya cukup efektif menekan disparitas harga yang tinggi antara Pulau Jawa dengan Papua karena pemerintah memberikan subsidi biaya ekspedisi barang. Namun rute pelayaran kapal yang memakan waktu satu bulan dari Surabaya ke Timika itu mendapat keluhan dari pengusaha gerai maritim lantaran produk yang dikirim terlambat tiba di Timika.

Selanjutnya pada 2018, Kementerian Perhubungan menunjuk PT Tempur Emas (Temas), perusahaan penyediaan kapal ekspedisi barang untuk menangani program tol laut ke Timika. "Harapan pengusaha saat itu bahwa program tol laut semakin lebih baik karena Temas memiliki banyak kapal. Dalam kenyataannya tidak demikian, pengusaha gerai maritim yang biasanya menggunakan jasa tol laut justru dikenakan tarif ekspedisi dengan harga komersial. Bahkan subsidi tol laut justru diberikan kepada pengusaha lain," jelas Inocentius Yoga Pribadi.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, dua pengusaha gerai maritim di Timika yang selalu menggunakan jasa tol laut yaitu Usaha Dagang Senja Indah dan Usaha Dagang Mulia Jaya. Kedua pengusaha itu masih tercatat sebagai pengguna jasa tol laut ke Timika dengan jenis barang yang dipasok sebagian besar berupa daging ayam beku, daging sapi beku dan berbagai jenis barang kebutuhan pokok lainnya.

Yoga mengatakan siapa pun yang ditunjuk atau dipercaya mengelola program tol laut ke Timika diharapkan tidak mempermainkan tarif subsidi angkutan laut yang telah dikucurkan pemerintah.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon