ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemendag Siapkan Strategi Peningkatan Ekspor di Era Industri 4.0

Kamis, 7 Maret 2019 | 21:43 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan data impor jagung yang disebutkan Presiden Joko Widodo sesuai data kementerian.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan data impor jagung yang disebutkan Presiden Joko Widodo sesuai data kementerian.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan strategi guna meningkatkan ekspor Indonesia di era industri 4.0. Strategi tersebut adalah fokus terhadap produk industri olahan yang bernilai tambah tinggi, mengelola tata niaga impor dengan lebih baik, meninjau perjanjian perdagangan yang ada, menyelenggarakan forum bisnis dan penjajakan bisnis di negara mitra, mengembangkan bidang niaga-el dan ekonomi kreatif, serta memperbaiki kualitas peraturan perdagangan.

"Langkah yang paling nyata adalah dengan mempererat kerja sama dengan mitra-mitra dagang utama. Contohnya, Indonesia mengaktivasi kembali Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement pada 19 Februari 2019," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Rabu (6/3/2019).

Dia menambahkan, Indonesia juga baru saja menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada 4 Maret 2019. IA-CEPA adalah perjanjian perdagangan yang terdiri dari perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, dan kerja sama ekonomi.

Selain menjalin kerja sama perdagangan, kata Mendag, Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam pameran dagang internasional seperti World Expo di Dubai dan Shanghai. Di dalam negeri, Indonesia setiap tahunnya juga rutin mengadakan Trade Expo Indonesia (TEI). Pada TEI ke-33 yang diselenggarakan tahun lalu, Kemendag berhasil menarik lebih dari 30 ribu pengunjung dengan nilai transaksi sebesar US$ 8,5 miliar.

ADVERTISEMENT

Mendag menyampaikan, ekspor dan investasi adalah dua hal yang tidak mungkin terpisahkan. Perkembangan investasi Indonesia kini telah mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.

"Daftar negatif investasi yang terakhir diterbitkan pada tahun 2016 telah membuka kesempatan investasi yang lebih besar. Dalam hal kemudahan berusaha, peringkat indeks kemudahan berusaha di Indonesia telah naik ke peringkat 72 pada tahun 2018, dan ditargetkan naik ke peringkat 40 di tahun 2019," ungkap dia.

Menurut Mendag, Indonesia secara perlahan tapi pasti sedang mengukir reputasi sebagai sebuah ekonomi yang layak diperhitungkan dalam kancah ekonomi global. Perekonomian Indonesia tumbuh rata-rata 5,2% dalam hampir tiga dekade ini. Dengan didukung stabilitas makro ekonomi dan dukungan pemerintahan yang solid, Indonesia kini menempati peringkat ke-16 sebagai ekonomi terbesar di dunia, dan peringkat keempat sebagai tempat tujuan investasi terfavorit di dunia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Biji Kakao Alami Kenaikan Harga karena Tingginya Permintaan

Biji Kakao Alami Kenaikan Harga karena Tingginya Permintaan

EKONOMI
Kemendag Batasi Impor Komoditas Pertanian, Ini Aturannya

Kemendag Batasi Impor Komoditas Pertanian, Ini Aturannya

EKONOMI
HPE Konsentrat Tembaga Awal Maret Terkoreksi, HPE dan HR Emas Menguat

HPE Konsentrat Tembaga Awal Maret Terkoreksi, HPE dan HR Emas Menguat

EKONOMI
AS Selidiki Subsidi Panel Surya RI, Mendag Siap Bela Industri

AS Selidiki Subsidi Panel Surya RI, Mendag Siap Bela Industri

EKONOMI
Laksanakan Arahan Prabowo, Wamendag Benahi Pasar Tradisional

Laksanakan Arahan Prabowo, Wamendag Benahi Pasar Tradisional

NUSANTARA
Kemendag Intensif Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

Kemendag Intensif Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon