ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemendag Intensif Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

Jumat, 6 Februari 2026 | 15:09 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Mendag Budi Santoso.
Mendag Budi Santoso. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus memperketat pemantauan stok dan harga komoditas pangan secara nasional, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 2026 yang diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pihaknya bersama jajaran akan mengintensifkan pengecekan harga barang kebutuhan pokok di berbagai pasar daerah.

Ya, persiapan Ramadan besok kami juga akan mulai melakukan pengecekan ke pasar-pasar,” ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi kenaikan harga pangan yang kerap terjadi menjelang Ramadan. Pemantauan akan dilakukan melalui jaringan perwakilan Kemendag di daerah, khususnya Balai Pengawasan Tertib Niaga (BPTN) yang tersebar di lima wilayah.

Seluruh BPTN diminta melakukan monitoring perkembangan harga komoditas pangan secara intensif. Selain itu, Mendag juga menjadwalkan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk rencana kunjungan ke Jawa Tengah untuk melihat kondisi harga dan pasokan di pasar.

Kemendag turut memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau pergerakan harga harian secara real time. Melalui sistem ini, pemerintah dapat segera mendeteksi perubahan harga di berbagai daerah.

Apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, Kemendag akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta distributor atau pemasok untuk mencari solusi dan menjaga stabilitas.

Upaya pengendalian harga juga diperkuat melalui rapat koordinasi nasional yang melibatkan dinas perdagangan daerah dan para distributor. Hingga saat ini, Budi menilai kondisi harga dan pasokan pangan masih relatif stabil.

“Alhamdulillah sampai saat ini saya pikir masih relatif bagus. Mudah-mudahan terus berjalan sampai Lebaran,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemendag Take Down 2.639 Iklan Bermasalah di E-Commerce

Kemendag Take Down 2.639 Iklan Bermasalah di E-Commerce

EKONOMI
Biji Kakao Alami Kenaikan Harga karena Tingginya Permintaan

Biji Kakao Alami Kenaikan Harga karena Tingginya Permintaan

EKONOMI
Kemendag Batasi Impor Komoditas Pertanian, Ini Aturannya

Kemendag Batasi Impor Komoditas Pertanian, Ini Aturannya

EKONOMI
HPE Konsentrat Tembaga Awal Maret Terkoreksi, HPE dan HR Emas Menguat

HPE Konsentrat Tembaga Awal Maret Terkoreksi, HPE dan HR Emas Menguat

EKONOMI
AS Selidiki Subsidi Panel Surya RI, Mendag Siap Bela Industri

AS Selidiki Subsidi Panel Surya RI, Mendag Siap Bela Industri

EKONOMI
Laksanakan Arahan Prabowo, Wamendag Benahi Pasar Tradisional

Laksanakan Arahan Prabowo, Wamendag Benahi Pasar Tradisional

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon