ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Startup Industri Alas Kaki Dinilai Potensial

Selasa, 19 Maret 2019 | 22:33 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Heru Budisusanto, Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya Prof. Dr. Ir. Djiwantoro Hardito, M.Eng,  Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih pada pembukaan acara Makers Talk di Auditorium Universitas Kristen Petra, Surabaya, Selasa (19/3/2019).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Heru Budisusanto, Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya Prof. Dr. Ir. Djiwantoro Hardito, M.Eng, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih pada pembukaan acara Makers Talk di Auditorium Universitas Kristen Petra, Surabaya, Selasa (19/3/2019). (Beritasatu Photo/Amrozi Amenan)

Surabaya, Beritasatu.com - Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemperin), Gati Wibawaningsih, mengatakan,  Kemperin akan mendorong kalangan generasi milenial untuk berkecimpung di industri alas kaki atau sepatu. Peran milenial di industri ini, diyakini akan meningkatkan daya saing produk di pasar dalam negeri maupun ekspor.

Baca Juga: Kemperin Dorong Pemda Gunakan Produk Sneaker Lokal

"Kita menyiapkan generasi milenial melalui pelatihan atau kompetisi agar menjadi startup di industri alas kaki. Sehingga industri ini akan semakin kuat daya saingnya dan menjadi market leader baik di pasar lokal maupun ekspor dengan brand lokal. Untuk itu, kegiatan seperti Indonesian Footwear Creative Competition akan kita gelar di tahun-tahun berikutnya untuk merevitalisasi brand lokal," kata Gati, di sela acara pembukaan acara Makers Talk di Auditorium Universitas Kristen Petra, Surabaya, Selasa (19/3/2019).

Lebih lanjut, Gati mengatakan, potensi industri alas kaki di Indonesia cukup besar. Saat ini, jumlah industri alas kaki di Indonesia tercatat sebanyak 18.657 unit dengan komposisi industri kecil sebanyak 18.091 unit, industri menengah sebesar 411 unit dan industri besar sebanyak 155 unit. Produk alas kaki Indonesia menyumbang 4,6 persen kebutuhan alas kaki di dunia atau berada peringkat ke 4 dunia.

ADVERTISEMENT

"Dengan potensi ini, kami juga akan membantu IKM terutama mengatasi kendala akses pasar melalui pelatihan pemasaran baik online maupun ofline," tandas Gati.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, mengatakan, sangat optimistis industri persepatuan seperti di Jatim bisa semakin dioptimalkan. Hal ini ditunjang oleh semakin berkembangnya brand lokal, apalagi Indonesia merupakan produsen sepatu terbesar ke-4 di dunia.

Untuk menumbuhkan industri sepatu, Emil ingin mengembangkannya dengan mengintegrasikan kreativitas baik di sisi desain, videografi, dan fotografi. Karenanya, dalam membuat sepatu bukan hanya asal buat tapi juga memperhatikan sisi promosinya baik lewat video maupun foto.

"Kami juga siap berkoalisi dengan industri marketplace yang ada di dalam negeri seperti Blibli, Bukalapak, Tokopedia dan Shpee," tandas Emis.

Emil berharap, kegiatan kompetisi sekarang bisa menghadirkan kalangan makers yang lebih produktif. "Kami akan berkolaborasi lebih jauh dengan Kemperin serta pihak-pihak terkait lainnya untuk pengembangan industri alas kaki khususnya yang melibatkan milenial," pungkas Emil.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon