Link Net Catat Penambahan Pelanggan Tertinggi Sejak 2017

Link Net Catat Penambahan Pelanggan Tertinggi Sejak 2017
Dari kiri ke kanan, Enterprise Sales Director PT Link Net Tbk Agung Satya Wiguna, Deputy CMO PT Link Net Tbk Santiwati Basuki, Kepala UPT. TIK UPN Veteran Jakarta Ridwan Raafi’udin, dan CEO & Presiden Direktur PT Link Net Tbk Marlo Budiman dalam acara Business Gathering and Networking 2019 dengan tema Leading You Towards Agile Digital Transformation di Jakarta, Kamis (11/7/19). Acara yang diselenggarakan oleh First Media Business, layanan segmen korporasi PT Link Net Tbk, merupakan salah satu upaya untuk lebih dekat dengan para pelanggan. Acara ini menghadirkan pakar teknologi yang membahas Digital Transformation yang sedang terjadi di dunia bisnis saat ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal ( Foto: beritasatu / defrizal )
/ HA Selasa, 30 Juli 2019 | 18:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan penyedia jasa layanan internet PT Link Net Tbk (LINK) menambahkan 13.545 pelanggan baru di kuartal kedua (Q2) 2019 dan merupakan jumlah penambahan tertinggi sejak tahun 2017.

Hingga saat ini Link Net mempunyai total 616.712 pelanggan eksklusif, menurut keterangan pers perseroan yang diterima redaksi, Selasa (30/7/2019).

Tingkat churn atau angka keluar masuk pelanggan juga menurun secara substansial dan kembali ke tingkat normal di 2,36% pada kuartal kedua, berkurang dari 2,78% pada kuartal pertama 2019. Perseroan memperluas jaringannya sebesar 58.653 home passed, sehingga total home passed menjadi 2.312.483.

Selain itu, pendapatan perseroan meningkat sebesar 4,7% menjadi Rp 915 miliar pada Q2 2019 dari normalisasi pendapatan sebesar Rp 874 miliar pada Q2 2018. Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat 2,4% pada Q2 2019 menjadi Rp 542 miliar dari normalisasi EBITDA sebesar Rp 529 miliar pada 2Q18.

Laba bersih meningkat 3,6% menjadi Rp 263 miliar pada Q2 2019 dari normalisasi laba bersih Rp 254 miliar pada Q2 2018.

"Link Net akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 29 Agustus untuk meminta persetujuan pemegang saham untuk mengurangi modal yang dikeluarkan sebanyak lebih dari 36 juta saham treasury yang telah diakuisisi oleh program pembelian saham kembali," bunyi keterangan pers tersebut.

Saat ini jumlah total saham Link Net yang beredar adalah 2.911.741.084 lembar saham. Jumlah saham perseroan akan berkurang sebanyak lebih dari 36 juta jika pemegang saham menyetujui pengurangan modal yang dikeluarkan.

Perseroan meminta persetujuan pemegang saham untuk program pembelian saham kembali lanjutan yang mengizinkan perseroan untuk membeli hingga 212.337.526 lembar saham dalam kurun waktu 18 bulan dari waktu persetujuan.

"Link Net berhasil mencapai kinerja operasional yang kuat di kuartal kedua 2019, berhasil mengurangi tingkat churn dan mempercepat laju pertumbuhan pelanggan. Perseroan akan terus mengembangkan jaringannya dan kami sangat percaya diri untuk menambahkan 250.000 home passed pada tahun 2019," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Link Net Marlo Budiman.



Sumber: BeritaSatu.com