Bank DKI Mulai Akad Kredit Rumah DP Nol Rupiah

Bank DKI Mulai Akad Kredit Rumah DP Nol Rupiah
Pembangunan rumah susun untuk program hunian DP nol rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta. ( Foto: Antara )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 28 Agustus 2019 | 22:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 26 pemohon rumah program Rumah DP Nol Rupiah atau hunian yang dikenal dengan solusi rumah warga (Samawa) sudah melaksanakan proses akad kredit di Bank DKI, Rabu (28/8/2019).

"Bank DKI sudah mulai melaksanakan proses akad kredit kepada pemohon yang telah memenuhi syarat dan ketentuan kredit. Proses penyaluran kredit untuk Program Rumah DP Nol Rupiah tetap dilaksanakan secara maksimal untuk memenuhi harapan warga dengan tetap mengedepankan prinsip prudential banking (kehati-hatian)," ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini.

Sebagai informasi, sejak 7 agustus 2019, Dinas Perumahan DKI Jakarta telah membuka kembali pendaftaran gelombang kedua Program Rumah DP Nol Rupiah tahap kedua.

Pemohon dapat datang langsung ke kantor Dinas Perumahan di Jalan Taman Jatibaru Nomor 1, Jakarta Pusat dengan melengkapi dokumen pendaftaran seperti, KTP DKI Jakarta (Pemohon dan Pasangan suami/istri), NPWP Pemohon (asli dan copy), Kartu Keluarga (asli dan copy), Formulir permohonan fasilitas pembiayaan perolehan rumah yang ditandatangani diatas materai oleh pemohon dan pasangan (suami/istri), Formulir pendaftaran DP 0 Rupiah yang telah ditandatangani oleh pemohon.

Formulir permohonan fasilitas pembiayaan perolehan rumah dapat diperoleh di loket dan bisa di download melalui situs www.samawa.jakarta.go.id. Sedangkan formulir pendaftaran DP Nol Rupiah tersedia di loket pendaftaran Program Rumah DP Nol Rupiah (Samawa).

"Bank DKI mendukung program Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan sarana hunian bagi warga Jakarta yang memenuhi kriteria Program Rumah DP Nol  Rupiah untuk mendapatkan program hunian layak di wilayah DKI Jakarta tanpa uang muka atau down payment dengan fasilitas bebas biaya proses KPR dan bunga rendah, 5 persen fixed maksimal selama 20 tahun," tandas Herry Djufraini.



Sumber: BeritaSatu.com