ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IRI dan Ekonomi Murakabi Bisa Menjadi Jawaban Masalah Perekonomian Nasional

Kamis, 3 Oktober 2019 | 07:01 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Ekonom dari University Surakarta, Agus Trihatmoko di sela-sela acara Wisuda STIE Assholeh, Pemalang, Jawa Tengah, Senin, 30 September 2019.
Ekonom dari University Surakarta, Agus Trihatmoko di sela-sela acara Wisuda STIE Assholeh, Pemalang, Jawa Tengah, Senin, 30 September 2019. (Istimewa)

Pemalang, Beritasatu.com – Konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) yang menerapkan aliran ekonomi murakabi (menguntungkan) merupakan jawaban atas persoalan ekonomi nasional saat ini. IRI dan murakabisme merupakan padarigma baru bagi sistem perekonomian nasional dan dunia.

Hal itu dikatakan ekonom dari Universitas Surakarta, Jawa Tengah, Agus Trihatmoko dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (2/10/2019). Agus merupakan salah satu pencetus ekonomi murakabi dan bersama sejumlah pakar ekonomi terus menggelorakan konsep IRI, yang dicetuskan oleh AM Putut Prabantoro dari Gerakan Ekayastra Unmada.

"Aliran murakabisme ekonomi merupakan jawaban atas permasalahan ekonomi nasional dan dunia saat ini, di mana hasil dari liberalisme ekonomi hanya memperkuat dominasi atau hegemoni kelompok kapitalis," kata Agus.

Dikatakan, konsep IRI menganut sistem ekonomi mmurakabi, sehingga layak diperjuangkan untuk diterapkan bagi semua perusahaan negara di Indonesia sebagai piorner pelaku usaha yang menjalankan amanat ekonomi konstitusional.

ADVERTISEMENT

Agus menjelaskan, kepemilikan saham korporasi swasta nasional dan asing semestinya bersama-sama dengan pihak Pemerintah dan masyarakat lokal dan/atau nasional. Jadi, pemikiran ini secara otomatis dan tidak langsung memberikan kesempatan bagi semua warga negara Indonesia untuk menjadi wirausaha, apa pun profesi dan kehidupan sosial mereka.

"Inilah amanah kita bersama, khususnya para sarjana untuk berkontribusi mengembangkan pemikiran dan inovasi bagi berjalannya sistem ekonomi murakabi di Indonesia. Pada saatnya, ketika negara menjalankan ini, insyaallah hasilnya murakabi (menguntungkan) bagi semua umat," ujar Agus.

Pada Senin (30/9) lalu, Agus memaparkan konsep IRI dan ekonomi murakabi itu di hadapan para sarjana, tokoh, dan pengajar di STIE Assholeh, Pemalang, Jawa Tengah. Dalam orasi ilmiah itu, Agus mengatakan, pada dua minggu lalu, ketika menghadiri pertemuan ilmiah di Vietnam, dirinya memperkenalkan IRI dan ekonomi murakabi kepada beberapa ekonom dari Inggris, Vietnam, dan India.

Dikatakan, memimpikan kedaulatan ekonomi Indonesia bagi kesejahteraan rakyat merupakan esensi dari konsep IRI dan ekonomi murakabi.

"Pesan yang ingin disampaikan dan dititipkan kepada para sarjana adalah saatnya berkontribusi untuk mengembangkan pemikiran dan berdaya upaya bagi sistem perekonomian Indonesia, yang berbasis konstitusi ekonomi, yakni Pasal 33 UUD 1945 serta berideologi Pancasila, khususnya sebagai pengamalan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Agus.

Agus menceritakan, konsep IRI mulai diperkenalkan pada Desember 2016 di Solo, Jawa Tengah. Lalu, pada Januari 2017 di Batam, Kepulauan Riau, AM Putut Prabantoro dari Ekayastra Unmada bersama-sama sejumlah ekonom dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, termasuk dirinya, membangun pemikiran tentang IRI.

"Pemikiran itu adalah kepemilikan saham perusahaan-perusahaan negara, BUMN, BUMD, BUMDes tidak hanya oleh pemerintah pusat, daerah atau desa, tetapi juga oleh masyarakat luas". Jadi, tidak seperti sekarang yang hanya dimiliki pemerintah," ujarnya.

Dikatakan, konsepsi IRI itu telah ditulis dalam bentuk tiga artikel ilmiah di jurnal internasional dan sebuah buku yang diterbitkan di Eropa (Trihatmoko dan Susilo, 2018a; 2018b, Trihatmoko, 2018). Saat ini, buku tentang IRI itu akan ditulis dalam bahasa Indonesia agar banyak akademisi yang menaruh perhatian terhadap ekonomi murakabi dan konsep IRI untuk kemudian menuliskan melalui perspektif keilmuan masing-masing.

Setelah orasi ilmiah, Agus Trihatmoko menyerahkan buku "Indonesia Raya Incorporated", "Ekonomi Murakabi", dan sebuah buku tentang kewirausahan kepada Ketua STIE Assholeh. Buku-buku tersebut diharapkan bisa menjadi bagian kepustakaan di perguruan tinggi dan bisa digunakan sebagai kajian ilmiah.

"Luar biasa dan haru, ketika saya turun dari mimbar banyak sambutan antusias dari berbagai kalangan yang hadir, dan juga para wisudawan/wisudawati. Bahkan, seorang dosen dari perguruan tinggi lain menghampiri saya mengatakan merinding dan menggetarkan hati setelah mendengarkan IRI dan sistem ekonomi murakabi. Dia ingin sekali mendiskusikan atau mengadakan seminar di kampusnya untuk waktu yang akan datang," ujar Agus.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon