ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Masih Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,3%

Senin, 10 Februari 2020 | 19:11 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Ilustrasi ekspor-impor.
Ilustrasi ekspor-impor. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, Beritasatu.com – Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2019 mengalami perlambatan dengan bertumbuh sebesar 5,02 persen, namun tahun ini, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan bertumbuh 5,3 persen.

"Tahun 2020, kita punya asumsi pertumbuhan ekonomi di APBD 2020 itu 5,3 persen. Ada faktor eksternal yang akan menopang sehingga ekonomi bisa tumbuh baik," kata Arif Budimanta, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dalam Press Briefing di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Beberapa faktor yang menopang agar laju pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik, lanjutnya, pertama adalah rezim suku bunga rendah yang diterapkan banyak negara maju. Sementara suku bunga Indonesia masih di level 5 persen. Kondisi ini akan membuat Indonesia lebih menarik perhatian investor sehingga mau menanamkan modal mereka.

"Lalu ada obligasi yang sekarang rata-rata 7 persen. Ini adalah faktor eksternal yang mendorong ekonomi Indonesia sepanjang kita dapat memanfaatkannya," ujar Arif Budimanta.

ADVERTISEMENT

Faktor kedua, sambungnya, membaiknya harga komoditas seperti harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit yang merupakan salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.

Dari sisi eksternal, Indonesia juga menghadapi risiko, yakni melambatnya mitra dagang. Misalnya Tiongkok. Kontribusi perdagangan Indonesia-Tiongkok, terhadap neraca perdagangan kurang lebih 17 persen.

"Jadi kalau Tiongkok bergejolak dari sisi demand, maka akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia. Maka arahan presiden, kita arahkan ekspor ke pasar nontradisional. Ini sebagai sebuah harapan kalau di Australia ada semacam action plan untuk lima tahun ke depan dalam IA-CPEA, kita harapkan bisa memperbaiki neraca perdagangan kita dengan Australia dan neraca perdagangan lebih positif," papar Arif Budimanta.

Faktor ketiga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menandatangani Perpres RPJM 2020-2024. Diharapkan RPJMN itu akan membuat kebijakan pemerintah lebih terarah sehingga positif untuk pertumbuhan ekonomi.

"Faktor lainnya, nilai tukar rupiah yang akan lebih baik tahun ini. Lalu adanya program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan. Kita harapkan beberapa faktor ini akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020," tukasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon