Pemerintah Masih Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,3%

Pemerintah Masih Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,3%
Ilustrasi ekspor-impor. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
Lenny Tristia Tambun / FMB Senin, 10 Februari 2020 | 19:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2019 mengalami perlambatan dengan bertumbuh sebesar 5,02 persen, namun tahun ini, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan bertumbuh 5,3 persen.

“Tahun 2020, kita punya asumsi pertumbuhan ekonomi di APBD 2020 itu 5,3 persen. Ada faktor eksternal yang akan menopang sehingga ekonomi bisa tumbuh baik,” kata Arif Budimanta, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dalam Press Briefing di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Beberapa faktor yang menopang agar laju pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik, lanjutnya, pertama adalah rezim suku bunga rendah yang diterapkan banyak negara maju. Sementara suku bunga Indonesia masih di level 5 persen. Kondisi ini akan membuat Indonesia lebih menarik perhatian investor sehingga mau menanamkan modal mereka.

"Lalu ada obligasi yang sekarang rata-rata 7 persen. Ini adalah faktor eksternal yang mendorong ekonomi Indonesia sepanjang kita dapat memanfaatkannya,” ujar Arif Budimanta.

Faktor kedua, sambungnya, membaiknya harga komoditas seperti harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit yang merupakan salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.

Dari sisi eksternal, Indonesia juga menghadapi risiko, yakni melambatnya mitra dagang. Misalnya Tiongkok. Kontribusi perdagangan Indonesia-Tiongkok, terhadap neraca perdagangan kurang lebih 17 persen.

“Jadi kalau Tiongkok bergejolak dari sisi demand, maka akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia. Maka arahan presiden, kita arahkan ekspor ke pasar nontradisional. Ini sebagai sebuah harapan kalau di Australia ada semacam action plan untuk lima tahun ke depan dalam IA-CPEA, kita harapkan bisa memperbaiki neraca perdagangan kita dengan Australia dan neraca perdagangan lebih positif,” papar Arif Budimanta.

Faktor ketiga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menandatangani Perpres RPJM 2020-2024. Diharapkan RPJMN itu akan membuat kebijakan pemerintah lebih terarah sehingga positif untuk pertumbuhan ekonomi.

“Faktor lainnya, nilai tukar rupiah yang akan lebih baik tahun ini. Lalu adanya program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan. Kita harapkan beberapa faktor ini akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com