114 Senator Desak Ketua DPR AS Dukung RUU Tunjangan Pengangguran
Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:50 WIB
Washington, Beritasatu.com - Lebih dari 100 senator dari Partai Demokrat mendesak Ketua DPR, Nancy Pelosi mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk mengembalikan tunjangan pengangguran sebesar US$ 600 per minggu, yang telah berakhir pada Juli 2020.
DPR akan mengadakan rapat pada Sabtu (22/8/2020), untuk memberikan suara pada RUU yang mendanai Layanan Pos AS dan membalikkan perubahan yang dikhawatirkan Partai Demokrat akan mempengaruhi pemungutan suara dalam pemilihan presiden (pilpres), pada November 2020.
Dalam surat pada Selasa (18/8/2020), 114 senator mendesak Nancy Pelosi untuk membahas RUU yang akan mengembalikan tunjangan pengangguran senilai US$ 600 per minggu, sampai keadaan darurat akibat pandemi Covid-19 berakhir.
Para senator mendesak tunjangan pengangguran tersebut harus segera dikembalikan pada pekan depan, dan dapat dihapus saat tingkat pengangguran negara bagian turun.
"Kami berhutang kepada orang-orang yang menunggu untuk kembali bekerja di seluruh negeri, tidak hanya untuk memperpanjang tunjangan pengangguran untuk membantu mereka membayar tagihan, tetapi juga mengikat tunjangan ini dengan kondisi ekonomi sehingga pekerja tidak disandera oleh jurang lain seperti ini," bunyi surat yang ditandatangani 114 senator.
Surat itu, ditandatangani oleh setengah dari kaukus DPR Demokrat di DPR AS, yang dipimpin oleh Perwakilan Demokrat Scott Peters dari California, Don Beyer dari Virginia, dan Derek Kilmer dari Washington.
Desakan kepada Nancy Pelosi menggarisbawahi tekanan yang dihadapi Kongres AS untuk mengesahkan lebih banyak undang-undang untuk mengendalikan krisis ekonomi akibat pandemi Covd-19.
Sejumlah RUU yang memberikan tunjangan terkait dampak pandemi Covid-19, seperti tunjangan pengangguran, moratorium federal untuk penggusuran, pinjaman usaha kecil, dan program perlindungan gaji, telah kedaluwarsa pada Juli 2020. Namun pembahasan mengenai kelanjutan bantuan terkait tunjangan tersebut telah terhenti seiring masa resesi parlemen AS.
Para pemimpin Kongres AS dan pemerintahan Trump belum memulai kembali pembicaraan stimulus ekonomi terkait dampak pandemi Covid-19, sejak mengalami kebuntuan pada awal Agustus 2020. Nancy Pelosi telah mengajukan paket penyelamatan lebih dari US$ 3 triliun, tetapi Partai Republik mengusulkan anggaran sekitar US$ 1 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




