ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

114 Senator Desak Ketua DPR AS Dukung RUU Tunjangan Pengangguran

Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:50 WIB
JA
B
Penulis: Jeanny Arylien Aipassa | Editor: B1
Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, memberi keterangan pers mingguan di Capitol Hill, Washington, Kamis (5/12/2019).
Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, memberi keterangan pers mingguan di Capitol Hill, Washington, Kamis (5/12/2019). (AFP/SAUL LOEB)

Washington, Beritasatu.com - Lebih dari 100 senator dari Partai Demokrat mendesak Ketua DPR, Nancy Pelosi mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk mengembalikan tunjangan pengangguran sebesar US$ 600 per minggu, yang telah berakhir pada Juli 2020.

DPR akan mengadakan rapat pada Sabtu (22/8/2020), untuk memberikan suara pada RUU yang mendanai Layanan Pos AS dan membalikkan perubahan yang dikhawatirkan Partai Demokrat akan mempengaruhi pemungutan suara dalam pemilihan presiden (pilpres), pada November 2020.

Dalam surat pada Selasa (18/8/2020), 114 senator mendesak Nancy Pelosi untuk membahas RUU yang akan mengembalikan tunjangan pengangguran senilai US$ 600 per minggu, sampai keadaan darurat akibat pandemi Covid-19 berakhir.

Para senator mendesak tunjangan pengangguran tersebut harus segera dikembalikan pada pekan depan, dan dapat dihapus saat tingkat pengangguran negara bagian turun.

ADVERTISEMENT

"Kami berhutang kepada orang-orang yang menunggu untuk kembali bekerja di seluruh negeri, tidak hanya untuk memperpanjang tunjangan pengangguran untuk membantu mereka membayar tagihan, tetapi juga mengikat tunjangan ini dengan kondisi ekonomi sehingga pekerja tidak disandera oleh jurang lain seperti ini," bunyi surat yang ditandatangani 114 senator.

Surat itu, ditandatangani oleh setengah dari kaukus DPR Demokrat di DPR AS, yang dipimpin oleh Perwakilan Demokrat Scott Peters dari California, Don Beyer dari Virginia, dan Derek Kilmer dari Washington.

Desakan kepada Nancy Pelosi menggarisbawahi tekanan yang dihadapi Kongres AS untuk mengesahkan lebih banyak undang-undang untuk mengendalikan krisis ekonomi akibat pandemi Covd-19.

Sejumlah RUU yang memberikan tunjangan terkait dampak pandemi Covid-19, seperti tunjangan pengangguran, moratorium federal untuk penggusuran, pinjaman usaha kecil, dan program perlindungan gaji, telah kedaluwarsa pada Juli 2020. Namun pembahasan mengenai kelanjutan bantuan terkait tunjangan tersebut telah terhenti seiring masa resesi parlemen AS.

Para pemimpin Kongres AS dan pemerintahan Trump belum memulai kembali pembicaraan stimulus ekonomi terkait dampak pandemi Covid-19, sejak mengalami kebuntuan pada awal Agustus 2020. Nancy Pelosi telah mengajukan paket penyelamatan lebih dari US$ 3 triliun, tetapi Partai Republik mengusulkan anggaran sekitar US$ 1 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Virginia Setuju Referendum untuk Goyang Kekuasaan Donald Trump

Virginia Setuju Referendum untuk Goyang Kekuasaan Donald Trump

INTERNASIONAL
Mayoritas Warganya Menolak, Mengapa DPR AS Izinkan Trump Serang Iran?

Mayoritas Warganya Menolak, Mengapa DPR AS Izinkan Trump Serang Iran?

INTERNASIONAL
DPR AS Sahkan RUU Pendanaan untuk Akhiri Shutdown Terpanjang

DPR AS Sahkan RUU Pendanaan untuk Akhiri Shutdown Terpanjang

EKONOMI
Mau Utak-atik Amendemen Supaya Trump 3 Periode, Ketua DPR AS: Sulit!

Mau Utak-atik Amendemen Supaya Trump 3 Periode, Ketua DPR AS: Sulit!

INTERNASIONAL
Trump Serang Iran, Demokrat: Langkah Menyesatkan dan Sembrono

Trump Serang Iran, Demokrat: Langkah Menyesatkan dan Sembrono

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon