ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Intraco Penta Jajaki Penerbitan MTN Rp 200 Miliar

Senin, 17 September 2012 | 21:32 WIB
I
WP
Ilustrasi Pembiayaan Alat Berat
Ilustrasi Pembiayaan Alat Berat (Antara)
Nantinya dana hasil obligasi akan dijadikan sebagai sumber pendanaan perseroan dan anak usaha.

PT Intraco Penta Tbk (INTA) berencana menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 200 miliar pada akhir tahun ini.

Dana tersebut nantinya akan dipergunakan untuk anak usaha perseroan yang bergerak  di bidang pembiayaan, PT Intan Baruprama Finance (IBF). 

Fred L Manibog, Direktur Keuangan Intraco Penta mengatakan, penerbitan MTN tersebut masih dijajaki dan akan langsung dilakukan oleh IBF.

"Nilainya tidak terlalu besar, sekitar RP 100-200 miliar," kata Fred di Jakarta, Senin (17/9).

Sementara itu, penerbitan MTN tidak akan sulit untuk dilakukan perseroan mengingat penerbitannya tidak diperlukan peringkat.

Hal terpenting adalah menenukan investor yang tepat untuk menyerap MTN tersebut dengan harga akan cepat. 

Hal tersebut, berbeda dengan penerbitan obligasi perseroan yang kemungkinan tidak akan diterbitkan tahun ini.

Fred menyebutkan, kondisi pasar tambang batubara yang tidak terlalu baik tahun ini akan membuat penerbitan surat utang akan membuang biaya. Rencananya perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar.

"Kami akan memantau pasar dulu, sekarang kondisi pasar batubara tidak baik akibatnya belanja alat berat tidak banyak. Selain itu, proses penerbitan obligasi butuh waktu panjang," kata Fred.

Nantinya dana hasil obligasi akan dijadikan sebagai sumber pendanaan perseroan dan anak usaha.

Terkait rencana akuisisi tambang, Fred mengungkapkan belum ada hal baru yang daat disampaikan, terlebih saat ini, kondisi pasar yang sedang tidak baik membuat perseroan untuk sementara waktu untuk meliha segala kemungkinan yang ada.

Pada semester pertama 2012, perseroan mebukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,6 triliun meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 1,3 triliun.

Pencapaian tersebut dikontribusikan oleh pendapatan penjualan sebesar Rp 1,4 triliun, pendapatan jasa Rp 141,7 miliar, pendapatan manufaktur Rp 12,2 miliar dan pendapatan lain-lain.

Seiring dengan tingginya pendapatan, maka beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 1,3 triliun. Sehingga laba kotor naik menjadi Rp 303,6 miliar dari periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 196,1 miliar.

Namun,  untuk laba bersih mengalami penyusutan dari Rp 61,2 miliar pada semester I-2011 menjadi Rp 33,3 miliar di periode yang sama 2012.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jaga Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Jaga Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

MULTIMEDIA
Pengunduran Diri Pimpinan BEI dan OJK

Pengunduran Diri Pimpinan BEI dan OJK

MULTIMEDIA
IHSG Sepekan Kemarin

IHSG Sepekan Kemarin

MULTIMEDIA
Tunda Bayar Sukuk, WIKA Kembali Disuspensi oleh BEI

Tunda Bayar Sukuk, WIKA Kembali Disuspensi oleh BEI

EKONOMI
BEI Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan Batas Minimal Free Float

BEI Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan Batas Minimal Free Float

EKONOMI
Investor Domestik Diperkirakan Kuasai 70 Persen Pasar Saham

Investor Domestik Diperkirakan Kuasai 70 Persen Pasar Saham

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon