Kadin: Pemerintah Masih Miliki Pekerjaan Rumah untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kadin: Pemerintah Masih Miliki Pekerjaan Rumah untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 5 Februari 2021 | 20:35 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industi (Kadin) Indonesia menilai pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah apabila ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5% sampai 5,5% di tahun 2021. Pemerintah harus mampu mengendalikan pandemi dan menghilangkan kebijakan-kebijakan penanganan pandemi yang mengekang kegiatan ekonomi.

“Pandemi harus segera terkontrol dan vaksinasi covid harus sukses dijalankan sehingga angka penderita Covid -19 di Indonesia bisa turun drastis dan meningkatkan confidence investor, konsumen dan pelaku usaha untuk melakukan kegiatan ekonomi,” ucap Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta Widjadja Kamdani saat dihubungi pada Jumat (5/2/2021).

Shinta mengungkapkan tanpa pengendalian pandemi yang baik dan cepat maka normalisasi juga akan membutuhkan waktu yang lama. Pengendalian pandemi dan normalisasi di tahun 2021 ini adalah syarat fundamental dan mutlak untuk target pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan pengendalian pandemi akan terus menjadi kekangan terhadap permintaan di pasar, kepercayaan investor dan kinerja usaha sehingga target pertumbuhan tersebut tidak realistis sama sekali,” ucap Shinta.

Langkah berikutnya yaitu melakukan reformasi birokrasi dan perbaikan riil tehadap iklim usaha, sehingga kebijakan menjadi lebih efisien di lapangan. Peningkatan efisiensi perdagangan dan pembenahan supply chain domestik juga harus dilakukan dengan cepat agar perdagangan internasional bisa berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pemerintah juga harus meneruskan reformasi struktural yang sudah dimulai dan memastikan reformasi betul-betul menciptakan efisiensi riil di lapangan. Sehingga Indonesia menjadi yang paling efisien dan business friendly bagi investor asing dan investor dalam negeri di antara negara competitor,” ucap Shinta.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 akan berada di kisaran 3% sampai 5%. Proyeksi ini dibuat dengan berbagai catatan, pertama implementasi Undang Undang (UU) Cipta Kerja yang cepat dan konsisten di lapangan sebelum akhir kuartal I 2021. Dengan pelaksanaan UU Cipta Kerja diyakini akan menarik investasi ke Indonesia sepanjang tahun 2021, khususnya investasi asing.

Kedua yaitu kecepatan penanganan pandemi dengan asumsi normalisasi penuh sudah berlangsung pada semester 2 2021, sehingga bisa mengejar ketertinggalan kinerja dan mengkompensasi tekanan kinerja yg diperkirakan masih akan umum terjadi di sepanjang semester 1 2021. Serta, asumsi pemulihan di pasar global yang stabil dan tidak terdisrupsi masalah lain. Kalau salah satu dari asumsi ini meleset, maka proyeksi pertumbuhan ekonomi juga akan berubah.

“Range perkiraannya sangat lebar dan kami masih belum tahu seberapa realistis target pertumbuhan pemerintah bisa tercapai. Pemerintah harus ekstra kerja keras untuk mencapai pertumbuhan 4-5%,” ucap Shinta.

Diwawancara secara terpisah, Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mengatakan target pertumbuhan ekonomi tahun 2021 bisa dicapai apabila pemerintah bisa mengatasi pandemi sudah berakhir pada kuartal II 2021.

“Selama masih ada pandemi, aktivitas sosial ekonomi masyarakat terbatasi. Konsumsi dan investasi dipastikan turun. Syarat pemulihan ekonomi hanya satu selesaikan pandemic,” ucap Piter ketika dihubungi pada Jumat (5/2).

Mengenai stimulus melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Ia berpendapat sebesar apapun dananya tidak bisa serta merta memulihkan ekonomi. Selama kondisi pandemi masih terjadi dana stimulus lebih bersifat membantu masyarakat dan dunia usaha utk bertahan hidup.

“ Bertahannya masyarakat dan dunia usaha akan menjadi modal dasar untuk nanti bangkit ketika pandemi berakhir. Ketika pandemi berakhir stimulus pemerintah baru efektif memulihkan ekonomi,” pungkas Piter.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Industri Hijau Dorong Sektor Manufaktur Hemat Energi Rp 3 T

Kemenperin memacu pembangunan industri hijau yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya berkelanjutan.

EKONOMI | 30 November 2021

Hingga September 2021, Pendapatan Link Net Tumbuh 9,8%

Pendapatan Link Net (LINK) dikontribusi dari bisnis jasa broadband internet dan jaringan serta langganan televisi kabel.

EKONOMI | 30 November 2021

Kemendag Dirikan Pusat Promosi Ekspor di PLBN Entikong

Pusat promosi ekspor di PLBN Entikong dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Provinsi Kalimantan Barat.

EKONOMI | 30 November 2021

OJK Dorong Kolaborasi BPR-BPRS dengan Perusahaan Fintech

OJK meyakini kerja sama BPR-BPRS dengan perusahaan fintech dapat menutupi kekurangan masing-masing institusi, sehingga menciptakan efisiensi.

EKONOMI | 30 November 2021

Asing Lepas Saham Rp 973 Miliar, IHSG Ditutup Turun 74 Poin

IHSG pada penutupan perdagangan sore ini Selasa (30/11/2021) turun 74,3 poin (1,12%) ke level 6.533.

EKONOMI | 30 November 2021

KBI dan Pegadaian Garap Pasar Fisik Emas Digital

Melalui kolaborasi dua perusahaan BUMN ini, KBI akan menitipkan emas fisik yang diperdagangkan dalam pasar fisik emas digital kepada Pegadaian.

EKONOMI | 30 November 2021

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.332

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.275- Rp 14.436 per dolar AS.

EKONOMI | 30 November 2021

Perumnas dan PTPN II Kolaborasi Bangun Kota Mandiri Bekala

Perumnas dan PTPN II merampungkan tahap pertama pembangunan kawasan perumahan Kota Mandiri Bekala di Deli Serdang, Sumatera Utara.

EKONOMI | 30 November 2021

Kementerian PUPR Minta Pemda Permudah Perizinan Perumahan

Kementerian PUPR mendorong pemerintah daerah untuk mempermudah proses perizinan dalam mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi.

EKONOMI | 30 November 2021

Bursa Eropa Anjlok Diadang Varian Omicron

Bursa Eropa dibuka melemah tajam pada Selasa (30/11/2021) di tengah kekhawatiran varian Covid-19 omicron.

EKONOMI | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Hingga September 2021, Pendapatan Link Net Tumbuh 9,8%

Hingga September 2021, Pendapatan Link Net Tumbuh 9,8%

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings