Ekonomi Indonesia Akan Tumbuh di 2021, Ini Motor Penggeraknya
Kamis, 18 Februari 2021 | 21:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Perekonomian Indonesia pada 2021 diproyeksi akan bertumbuh dibanding 2020 meski masih berjuang keluar dari tantangan pandemi Covid-19 hingga saat ini.
Economist PT Bank Amar Indonesia Tbk. (Amar Bank) Rachel Elizabeth Hosanna mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap akan terakselrasi pada tahun ini. "Ada lima alasan yang memperkuat optimisme tersebut," kata Rachel dalam keterangan yang diterima Kamis (18/2/2021).
Pertama, ketersediaan vaksin Covid-19 menjadi faktor penentu langkah dan pola pemulihan. Pemerintah saat ini tengah mempercepat distribusi vaksin kepada masyarakat secara bertahap. Sebagaimana target pemerintah, vaksinasi kepada sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia dilakukan dalam jangka waktu 15 bulan, sejak Januari 2021 hingga Maret 2022. "Harapannya, dengan vaksin tersebut tercipta herd immunity dan ekonomi berangsur pulih," kata dia.
Kedua, protokol kesehatan untuk ekonomi berkelanjutan. Kegiatan ekonomi akan berlanjut dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Namun ketentuan ini tidak menjadi halangan bagi pelaku ekonomi untuk tidak melakukan aktivitas ekonomi. Setahun lebih, pelaku ekonomi dan masyarakat telah belajar hidup berdampingan dengan Covid-19. Pola kerja baru mulai tercipta untuk lebih memperhatikan faktor higienis dan keseimbangan lingkungan. "Hal ini positif bagi ekonomi berkelanjutan ke depannya," kata dia.
Ketiga, ekonomi Indonesianakan rebound karena ditopang usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dinilai tangguh dan cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Menurutnya, pemerintah telah berkomitmen mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lebih Rp 600 triliun, dan sebagian untuk 64 juta UMKM sehingga dapat mendorong konsumsi rumah tangga.
Keempat, level kepercayaan yang positif di sektor keuangan. Pada awal tahun 2021, nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren positif disebabkan aliran masuk investasi asing langsung (foreign direct investment /FDI). "Bank Indonesia (BI) akan terus melanjutkan kebijakan yang extraordinary agar menjaga volatilitas nilai tukar rupiah di level aman," kata Rachel.
Kelima, dampak positif UU Cipta Kerja dan proyek strategis nasional (PSN). Menurutnya, investasi pada 2021 diperkirakan meningkat karena adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan berlanjutnya PSN termasuk infrastruktur.
Di sisi lain Rachel mengungkapkan pndemi Covid-19 telah mengakselerasi digitalisasi di sektor jasa keuangan seiring bergesernya gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang semakin erat dengan penggunaan teknologi termasuk ekspektasi terhadap produk dan jasa keuangan. "Dengan terus meningkatnya penetrasi internet, diperkirakan pada 2021 digitalisasi akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk melakukan transformasi dari proses bisnis, distribution channel, maupun struktur kelembagaannya," kata Rachel.
Sejalan dengan itu Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan Amar Bank terus berinovasi dan meningkatkan layanan perbankan. Pandemi telah mendorong masyarakat mengadopsi digitalisasi lebih cepat dari yang diperkirakan. "Kondisi ini harus dapat dioptimalkan oleh perbankan terutama dengan memaksimalkan fungsi teknologi big data dan artificial intelligence (AI)," kata dia.
Sebagai perusahaan teknologi dengan lisensi perbankan dan bank digital murni pertama yang fokus pada pengembangan digital-only bank di Indonesia, Amar Bank terus bertransformasi mengikuti perkembangan digitalisasi dan berkomitmen meningkatkan layanan perbankan digital yang cerdas (intelligent).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




